Pentagon: Ratusan Anggota ISIS Bercokol di Filipina

Kamis, 07 Februari 2019 - 11:27 WIB
Pentagon: Ratusan Anggota...
Pentagon: Ratusan Anggota ISIS Bercokol di Filipina
A A A
WASHINGTON - Sebanyak 300 hingga 550 anggota Negara Islam (ISIS) tetap aktif di Filipina . Ini menjadi sebuah bukti atas ancaman kelompok ekstrimis itu yang bertahan lama meskipun ada upaya memberangusnya oleh pasukan lokal yang didukung oleh Amerika Serikat (AS).

Begitu laporan yang dirilis oleh kantor inspektur jenderal (OIG) di Pentagon kepada anggota parlemen AS pada minggu ini.

Di bawah Operasi Pacific Eagle-Philippines (OPE-P), lebih dari 270 tentara Amerika memberikan dukungan kepada militer Filipina dalam melawan faksi ISIS lokal. Bantuan terutama diberikan dalam intelijen udara, pengawasan, dan dukungan pengintaian.

"ISIS tetap aktif dengan sekitar 300 hingga 550 anggota di Filipina selatan. Kegiatannya terbatas pada kepulauan Sulu (di dalam wilayah pulau Mindanao yang mayoritas penduduknya Muslim), di mana mereka terlibat sejumlah bentrokan tingkat rendah dengan AFP (Angkatan Bersenjata Filipina), yang masing-masing mengakibatkan korban lebih besar untuk ISIS daripada pasukan pemerintah Filipina menurut (militer AS)," bunyi laporan triwulanan terbaru OIG (1 Oktober – 31 Desember 2018) kepada Kongres seperti disitir dari Breitbart, Kamis (7/2/2019).

Selain itu, ledakan bom di pusat perbelanjaan Filipina selatan pada 31 Desember 2018, dikaitkan oleh pejabat Filipina dengan ISIS, tetapi tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.

"Pada puncaknya, anggota ISIS mencapai 1.000 jihadis," kata OIG.

Mengutip keanggotaan kelompok yang terfragmentasi, kurangnya kepemimpinan yang bersatu, dan hubungannya yang terputus-putus dengan organisasi inti ISIS di Irak dan Suriah, OIG menemukan bahwa sayap kelompok itu di Filipina gagal dalam memperluas area operasinya atau menyebarkan pengaruhnya selama kuartal ini.

“Kuartal ini, ISIS-Filipina (ISIS-P) tetap dalam keadaan lemah tetapi masih menjadi ancaman bagi keamanan di Filipina selatan,” badan pengawas itu mencatat.

“ISIS-P tidak mendapatkan atau kehilangan wilayah selama kuartal tersebut," imbuhnya.

Akhir tahun lalu, Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS) mengatakan kepada Washington Times bahwa semakin banyak pejuang asing yang terkait dengan ISIS berkumpul di Asia Tenggara, yaitu ke wilayah Mindanao Filipina selatan, dari Irak dan Suriah.

Meningkatnya jumlah anggota ISIS di Filipina telah menggembleng kelompok-kelompok teroris lokal di Mindanao ke dalam upaya memperbarui untuk mendirikan kekhalifahan di wilayah tersebut, The Guardian menambahkan beberapa minggu kemudian.

Namun, menurut OIG, tidak ada bukti masuknya atau eksodus pejuang asing selama kuartal tersebut.

Mengamini Guardian, OIG mencatat bahwa setidaknya ada 40 pejuang asing, di mana kebanyakan berasal dari Malaysia dan Indonesia.

Meski begitu OIG menemukan fakta lain yaitu ISIS pusat, yang diyakini militer AS terus menghasilkan pendapatan melalui kegiatan terlarang di Irak dan Suriah, telah mengurangi dukungan keuangan kepada sayap mereka di Filipina.

"Ini mungkin disebabkan oleh melemahnya organisasi ISIS global daripada kurangnya kemauan ISIS pusat untuk mendukung ISIS-P," catat inspektur jenderal.

ISIS-P adalah salah satu dari beberapa faksi Negara Islam yang masih aktif di luar Irak dan Suriah.
(ian)
Berita Terkait
Perbarui Sumpah Lindungi...
Perbarui 'Sumpah' Lindungi Filipina, AS Serahkan Rudal dan Bom
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Negara-negara Asia Tenggara...
Negara-negara Asia Tenggara Sekutu Amerika Serikat
Mengapa ISIS Tak Pernah...
Mengapa ISIS Tak Pernah Menyerang Israel dan Amerika Serikat?
Bunuh Sandera AS, Dua...
Bunuh Sandera AS, Dua Algojo ISIS Mengaku Tidak Bersalah
Mengapa AS dan Aliansinya...
Mengapa AS dan Aliansinya Gagal Membendung Kebangkitan ISIS di Timur Tengah?
Berita Terkini
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
9 menit yang lalu
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
1 jam yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
1 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
2 jam yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved