AS Akan Lindungi Israel dengan Intai Militer Iran dari Irak

Senin, 04 Februari 2019 - 15:52 WIB
AS Akan Lindungi Israel...
AS Akan Lindungi Israel dengan Intai Militer Iran dari Irak
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump mengatakan militer Amerika Serikat akan terus melindungi Israel, tetapi tetap akan menarik total pasukan Washington dari Suriah. Menurut Trump, Amerika Serikat akan mengintai militer Iran dari pangkalan militer di Irak.

Keputusan Trump untuk menarik sekitar 2.000 tentara AS dari Suriah memicu kekhawatiran bahwa langkah itu dapat meninggalkan sekutu Washington, yakni Israel dan Kurdi, dalam kesulitan. Langkah itu juga membuka jalan bagi Iran, Turki dan Rusia untuk memperluas pengaruh mereka di negara yang dipimpin Presiden Bashar al-Assad tersebut.

Trump mengatakan pasukan AS dapat mengawasi aktivitas Iran dari pangkalan di Irak. Menurutnya, Washington tidak akan menyerah, meskipun bersikeras bahwa dia tidak akan menggunakan pangkalan itu untuk menyerang wilayah Republik Islam Iran.

"Kami menghabiskan banyak uang untuk membangun pangkalan yang luar biasa ini. Kita mungkin juga mempertahankannya. Dan salah satu alasan saya ingin mempertahankannya adalah karena saya ingin melihat sedikit pada Iran karena Iran adalah masalah nyata," katanya dalam wawancara dengan CBS, hari Minggu (3/2/2019).

“Yang ingin saya lakukan adalah bisa menonton. Kami memiliki pangkalan militer yang luar biasa dan mahal yang dibangun di Irak. Itu sempurna terletak untuk melihat seluruh bagian berbeda dari Timur Tengah yang bermasalah ketimbang berhenti," ujarnya.

Alasan Trump untuk menarik total pasukan AS dari Suriah adalah karena ISIS sudah dikalahkan.

Para pejabat Israel telah menunjuk pangkalan al-Tanf di Suriah selatan, dekat perbatasan dengan Irak dan Yordania, sebagai kunci untuk membatasi upaya Iran dalam menyelundupkan senjata ke Suriah dan Lebanon.

Penarikan pasukan Amerika itu telah memicu kecaman dari anggota Parlemen di Washington. Pekan lalu, para politisi memberikan suara yang menentang keputusan Presiden Trump tersebut. Sebuah amandemen dari Kongres mengatakan bahwa ISIS dan al-Qaeda masih menjadi ancaman bagi kepentingan AS dan penarikan pasukan Amerika dari Suriah akan memungkinkan kelompok teroris untuk berkumpul kembali. "Menggoyahkan wilayah kritis dan menciptakan kevakuman yang dapat diisi oleh Iran atau Rusia," bunyi pernyataan bersama para anggota Kongres.
(mas)
Berita Terkait
Balas Dendam, Rudal-rudal...
Balas Dendam, Rudal-rudal Iran Serang ISIS di Suriah dan Markas Mossad di Irak
Suriah Murka! Sebut...
Suriah Murka! Sebut Serangan AS Bagian dari Agenda Bermusuhan
Serangan AS di Suriah...
Serangan AS di Suriah Tewaskan Pemimpin Senior ISIS
Terungkap, AS Beri Tahu...
Terungkap, AS Beri Tahu Israel Jelang Serangan terhadap Bos ISIS al-Qurayshi
John Kerry Bantah Bocorkan...
John Kerry Bantah Bocorkan Serangan Israel ke Menlu Iran
Pasukan AS Tewaskan...
Pasukan AS Tewaskan Dua Pentolan ISIS dalam Serangan di Suriah
Berita Terkini
30.000 Tentara Korea...
30.000 Tentara Korea Utara Akan Dikirim ke Perang Ukraina
9 menit yang lalu
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
2 jam yang lalu
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
2 jam yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
3 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
4 jam yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
4 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved