Oarfish Muncul di Jepang, Diyakini Pertanda Datangnya Tsunami

Senin, 04 Februari 2019 - 10:37 WIB
Oarfish Muncul di Jepang,...
Oarfish Muncul di Jepang, Diyakini Pertanda Datangnya Tsunami
A A A
TOKYO - Masyarakat Jepang dilanda kekhawatiran sejak Jumat pekan lalu setelah ikan oar (oarfish) yang langka muncul di Prefektur Toyama. Ikan ini diyakini sebagai pertanda untuk gempa bumi dan tsunami.

Kekhawatiran publik itu menjadi perbincangan online. Sudah tujuh ekor oarfish ditangkap dengan jaring di perairan utara Prefektur Toyama.

Awal pekan ini, seekor ikan oar berukuran panjang 3,2 meter (10,5 kaki) hanyut di pantai Teluk Toyama, sedangkan ikan serupa dengan panjang 4 meter (13 kaki) tersangkut di jaring ikan di lepas pelabuhan Imizu.

Oarfish yang sulit ditangkap ini biasanya muncul di kedalaman antara 200 dan 1.000 meter (650 hingga 3.200 kaki) dan ditandai oleh kulit keperakan dan sirip merah.

Secara tradisional oarfish dikenal sebagai "Ryugu no tsukai" dalam bahasa Jepang, atau "Messenger from the Sea God's Palace", yakni legenda yang mengatakan bahwa ikan itu menempatkan diri mereka di pantai di ujun gempa bumi bawah laut. Tetapi para ilmuwan membantah klaim tersebut.

“Tidak ada bukti ilmiah sama sekali untuk teori bahwa oarfish muncul di sekitar gempa besar. Tapi kami tidak dapat 100 persen menyangkal kemungkinan," kata penjaga Uozu Aquarium, Kazusa Saiba kepada CNN.

"Bisa jadi pemanasan global mungkin berdampak pada penampilan ikan oar atau alasan yang tidak kita sadari," ujarnya.

Mitos oarfish sebagai pertanda kehancuran memperoleh daya tarik setelah gempa Fukushima 2011 yang disusul tsunami. Bencana itu menewaskan lebih dari 20.000 orang. Menurut Kyodo News, setidaknya selusin oarfish telah hanyut ke garis pantai Jepang pada tahun sebelum bencana itu terjadi.

Saiba meragukan validitas teori yang mengaitkan oarfish dengan bencana tsunami. Saiba mengatakan satu penjelasan ilmiah yang mungkin adalah bahwa perubahan halus pada kerak bumi di dasar laut menjelang gempa bumi mungkin menyebabkan arus yang menggerakkan dan mendorong ikan itu dari dasar ke permukaan.

Tetapi, Osamu Inamura, direktur Uozu Aquarium, memiliki teori yang lebih ilmiah tentang penampakan ikan langka itu di Teluk Toyama. Menurutnya, ikan oar mengikuti pergerakan pasokan makanan mereka, sejenis udang mikro.

“Ketika pasokan udang mereka naik menuju plankton pada siang hari, oarfish kadang-kadang mengikuti dan tertangkap di jaring nelayan,” kata Inamura.
(mas)
Berita Terkait
Banyak Warga Tertimbun...
Banyak Warga Tertimbun Reruntuhan, Korban Tewas Akibat Gempa Jepang Terus Bertambah
Rekomendasi Tempat Wisata...
Rekomendasi Tempat Wisata di Jepang bagi Wisatawan Indonesia
Dahsyatnya Gempa Merobek...
Dahsyatnya Gempa 'Merobek' Jalanan di Anamizu Jepang
6 Fakta Unik Onigiri,...
6 Fakta Unik Onigiri, dari Makanan Jiwa hingga Simbol Terima Kasih
Pekerja Asing Jadi Ancaman,...
Pekerja Asing Jadi Ancaman, 3 Alasan Jepang Bentuk Satuan Tugas untuk Utamakan Warga Lokal
8 Kesalahpahaman tentang...
8 Kesalahpahaman tentang Jepang, dari Teknologi hingga Sushi
Berita Terkini
AS Rugi Besar akibat...
AS Rugi Besar akibat Serangan Iran di Seluruh Negara Arab
10 menit yang lalu
Ini Sosok Pangeran Arab...
Ini Sosok Pangeran Arab Saudi yang Tewas di Hotel Mewah usai Konsumsi Narkoba dan Alkohol
19 menit yang lalu
IRGC: Serangan Rudal...
IRGC: Serangan Rudal Iran Hancurkan Sistem Pertahanan THAAD, Patriot, dan C-RAM Amerika di Yordania
1 jam yang lalu
Menteri Israel Gabung...
Menteri Israel Gabung 4.000 Massa Yahudi Serbu Kompleks Masjid Al-Aqsa
3 jam yang lalu
Jenderal Tertinggi Ukraina...
Jenderal Tertinggi Ukraina Sebut Rusia Tidak Berhak untuk Eksis, Moskow Marah
3 jam yang lalu
Kebakaran Hutan Paksa...
Kebakaran Hutan Paksa 10.000 Orang Mengungsi, Spanyol Nyatakan Darurat Nasional
4 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved