AS Desak PBB Akui Juan Guaido Sebagai Presiden Venezuela

Minggu, 27 Januari 2019 - 13:22 WIB
AS Desak PBB Akui Juan...
AS Desak PBB Akui Juan Guaido Sebagai Presiden Venezuela
A A A
NEW YORK - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Mike Pompeo, meminta Dewan Keamanan (DK) PBB untuk mengakui pemimpin oposisi Venezuela Juan Guaido sebagai pemimpin sah negara itu.

"Kami meminta anggota Dewan Keamanan untuk mendukung transisi demokrasi Venezuela dan peran Presiden sementara Guaido di dalamnya," kata Pompeo dalam pertemuan terbuka di Dewan Keamanan.

"Pertemuan ini sudah lama tertunda. Jutaan anak menderita kekurangan gizi dan kelaparan," tambah Pompeo seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (27/1/2019).

Pada hari Rabu, setelah demonstrasi massa di seluruh negeri, presiden Majelis Nasional Venezuela Juan Gauido mengumumkan Presiden Nicolas Maduro tidak sah dan menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

Segera setelah itu, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan yang mengakui Guaido sebagai presiden negara itu.

Baca: Trump Akui Pemimpin Oposisi sebagai Presiden Interim Venezuela

Argentina, Kanada, Chili, Kolombia, Kosta Rika, Ekuador, Guatemala, Panama, dan Paraguay mengikutinya sementara Bolivia dan Meksiko terus mengakui Maduro.

Namun Rusia dan China sama-sama menentang seruan AS untuk mendukung Guaido. Keduanya mengutuk setiap campur tangan internasional dalam urusan Venezuela.

Duta Besar Rusia untuk PBB, Vasily Nebenzya, mengatakan AS sedang berusaha untuk "merekayasa kudeta" dan Venezuela tidak menimbulkan ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

"Amerika Serikat dan sekutu mereka mulai menerapkan rencana untuk menggulingkan otoritas sah negara itu," kata Nebenzya.

"Di depan mata kita sendiri, upaya Amerika Serikat untuk memaksakan kehendak mereka pada negara-negara lain sedang dilengkapi dengan bab lain," tambah Nebenzya.

Sementara negara lain macam Inggris, Prancis, dan Jerman menyerukan pemilu baru yang "bebas dan adil" di Venezuela dalam waktu delapan hari. Jika pemilu tidak dilakukan, negara-negara itu mengatakan mereka siap untuk mengakui Guaido sebagai pemimpin sementara negara Amerika Selatan tersebut.

"Sekretaris Jenderal (Antonio Guterres) menekankan urgensi bagi semua aktor untuk terlibat dalam dialog dengan rasa hormat penuh terhadap supremasi hukum," kata Rosmary DiCarlo, Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Politik.

Sedangkan Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza saat berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan menuduh AS berada di garis depan dalam upaya kudeta terhadap pemerintah Maduro. Ia pun mengutuk batas waktu yang diberikan oleh negara-negara Eropa yang menyerukan pemilu baru.

"Eropa memberi kita delapan hari? Dari mana Anda mendapatkan bahwa Anda memiliki kekuatan untuk menetapkan tenggat waktu, atau ultimatum, kepada orang yang berdaulat? Hampir seperti anak kecil," sentil Arreaza.
(ian)
Berita Terkait
Maduro Bahas Ancaman...
Maduro Bahas Ancaman AS pada Venezuela dengan Sekjen PBB
PBB Dikecam Karena Tak...
PBB Dikecam Karena Tak Berdaya Hadapi Penculikan Maduro oleh AS
Operasi AS: Demi Berantas...
Operasi AS: Demi Berantas Narkoba atau Incar Minyak Venezuela?
Venezuela Marah Jet...
Venezuela Marah Jet Militer Amerika Serikat Langgar Wilayah Udaranya
Kemenangan Mamdani,...
Kemenangan Mamdani, Sinyal Perlawanan ke Pemerintah Federal AS?
Purbaya Soroti AS Serang...
Purbaya Soroti AS Serang Venezuela: Hukum Dunia Agak Aneh, PBB Lemah
Berita Terkini
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
43 menit yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
1 jam yang lalu
Iran Sedang Mempersiapkan...
Iran Sedang Mempersiapkan Ujian Besar terhadap Blokade AS di Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Trump Desak Netanyahu...
Trump Desak Netanyahu Tarik Pasukan Israel dari Suriah dan Lebanon
3 jam yang lalu
Biaya Perang AS di Iran...
Biaya Perang AS di Iran Setara Buang Emas Lebih dari 15.000 Kg Per Hari
4 jam yang lalu
IRGC Tegaskan Selat...
IRGC Tegaskan Selat Hormuz akan Tetap Tertutup sampai Kejahatan AS Berakhir
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved