AS Rancang Supergun Jelajah yang Bisa Tenggelamkan Kapal China

Sabtu, 26 Januari 2019 - 05:57 WIB
AS Rancang Supergun...
AS Rancang Supergun Jelajah yang Bisa Tenggelamkan Kapal China
A A A
WASHINGTON - Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) sedang membuat supergun jelajah dengan jangkauan 1.000 mil yang dapat mencapai sasaran di Laut China Selatan. Senjata yang ditembakkan dari darat itu berpotensi menenggelamkan kapal-kapal Angkatan Laut China jika konflik di perairan sengketa itu pecah.

Sekretaris Angkatan Darat AS, Mark Esper, mengungkap proyek senjata itu kepada wartawan.

"Anda dapat membayangkan sebuah skenario di mana Angkatan Laut merasa bahwa dia tidak dapat masuk ke Laut China Selatan karena kapal-kapal Angkatan Laut China, atau apa pun," kata Esper pada forum setengah meja bundar.

"Kita dapat—dari lokasi tertentu, di pulau atau tempat lain—melibatkan target musuh, target Angkatan Laut, pada jarak yang jauh dan mempertahankan kebuntuan kita serta membuka pintu, jika Anda mau, untuk aset Angkatan Laut atau aset Marinir," ujarnya, yang dilansir The National Interest, Sabtu (26/1/2019).

Eskperimen dengan artileri jarak jauh adalah bagian dari pandangan Angkatan Darat pada teknologi hipersonik. Namun, yang oleh militer AS diputuskan untuk tidak mempersenjatai Angkatan Darat dengan senjata itu pada tahun lalu.

Ketika Task & Purpose bertanya mengapa Angkatan Darat membutuhkan supergun jelajah yang dapat menjangkau target hingga 1.000 mil, Esper menjelaskan bahwa kebutuhan militer AS untuk menyesuaikan senjata musuh.

"Anda ingin berada di luar jangkauan sehingga mereka bisa memukul Anda," kata Esper.

"Mengapa tombak itu dikembangkan? Karena orang lain memiliki pedang, tombak memberi Anda jangkauan. Mengapa pengumban dikembangkan? Karena tombak menutup jangkauan pedang," ujarnya.

"Anda ingin selalu memiliki kebuntuan di mana Anda dapat menyerang tanpa harus balas menyerang. Itulah yang diberikan oleh artileri meriam jarak jauh kepada kita, untuk kasus berhadap-hadapan dengan Rusia," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Dekati Kepulauan Paracel,...
Dekati Kepulauan Paracel, China Kirim Peringatan ke Kapal Berpeluru Kendali AS
Kirim Kapal Perang Berpeluru...
Kirim Kapal Perang Berpeluru Kendali, AS Tantang Klaim China di LCS
AS Sangkal Kapal Perangnya...
AS Sangkal Kapal Perangnya Diusir China di Laut China Selatan
Kapal Induk AS Gelar...
Kapal Induk AS Gelar Latihan di Laut China Selatan
AS: Undang-undang Maritim...
AS: Undang-undang Maritim Baru China Langgar Perjanjian Internasional
Pentagon Prihatin China...
Pentagon Prihatin China Gelar Latihan Militer di LCS
Berita Terkini
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
17 menit yang lalu
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
41 menit yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
1 jam yang lalu
Kunjungi Pyongyang,...
Kunjungi Pyongyang, Xi Jinping Diduga Berusaha Redam Pengaruh Rusia atas Korut
1 jam yang lalu
2 Helikopter Tabrakan...
2 Helikopter Tabrakan di Rio de Janeiro Tewaskan 6 Orang, Termasuk Penyanyi Oliver Tree
2 jam yang lalu
Anggota Kongres AS:...
Anggota Kongres AS: Kesepakatan dengan Iran Adalah Kekalahan Trump dan Amerika!
2 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved