Iran Latihan Perang, 12.000 Pasukan Elite Dikerahkan

Sabtu, 26 Januari 2019 - 00:09 WIB
Iran Latihan Perang,...
Iran Latihan Perang, 12.000 Pasukan Elite Dikerahkan
A A A
TEHERAN - Iran menggelar latihan perang pada hari Jumat (25/1/2019) dengan mengerahkan sekitar 12.000 pasukan elite, kendaraan lapis baja hingga pesawat jet tempur. Manuver kali ini memamerkan aksi pemindahan cepat unit-unit militer yang baru dikembangkan dan difokuskan untuk memerangi agresor musuh dan gerilyawan bersenjata.

Stasiun televisi pemerintah melaporkan, sejumlah drone dan sekitar 60 helikopter juga dilibatkan dalam latihan perang yang akan berlangsung dua hari di pusat Provinsi Isfahan.

Latihan tempur pada hari Jumat mempraktikkan aksi pasukan komando yang memburu para militan bersenjata, sementara batalion lapis baja memblokir pasukan "musuh" yang berusaha mundur.

"Dalam latihan perang ini, kami akan menampilkan dua perkembangan penting; batalion pasukan khusus yang bergerak cepat dan batalion bersenjata yang sangat mobile," kata Jenderal Kioumars Heydari, kepala pasukan darat Iran kepada stasiun televisi pemerintah yang dikutip Reuters.

Heydari mengatakan latihan perang tersebut akan menyenangkan teman-teman Iran dan menunjukkan kepada para penyerang bahwa mereka akan menghadapi "pukulan cepat dan menghancurkan" dari tentara Iran.

Hubungan antara Iran dan Amerika Serikat, yang selalu membeku, semakin memburuk setelah Presiden Donald Trump menarik Washington keluar dari perjanjian internasional yang membatasi program nuklir Teheran. Setelah keluar dari perjanjian tersebut, AS menerapkan kembali sanksi ekonomi terhadap Iran yang sebelumnya dicabut.

Ketegangan juga meningkat antara Iran dan musuh bebuyutannya; Israel, serta dengan tetangga-tetangga Teluknya, terutama Arab Saudi. Pada September lalu, parade militer Iran diserang dengan korban tewas sebanyak 25 orang. Kelompok Islamic State atau ISIS mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

Iran mengadakan latihan militer beberapa kali dalam setahun untuk menunjukkan kesiapannya guna menanggapi agresi asing. Namun, di mana para analis pertahanan Barat, negara para Mullah itu sering melebih-lebihkan kekuatan militernya.
(mas)
Berita Terkait
Trump Prediksi Saudi...
Trump Prediksi Saudi dan Iran Ikuti Langkah UEA Terkait Israel
Jelang Serangan Israel...
Jelang Serangan Israel ke Iran, AS Jual Senjata Baru ke Saudi dan UEA Senilai Rp35 Triliun
Fasilitas Nuklir Iran...
Fasilitas Nuklir Iran Diserang AS, Arab Saudi Pantau Efek Radiasinya
Panglima IRGC: Israel-Arab...
Panglima IRGC: Israel-Arab Saudi Bersekongkol dengan AS dan Barat Melawan Iran
Dilema Arab Saudi, Bela...
Dilema Arab Saudi, Bela Siapa Jika Iran-Israel Perang Habis-habisan?
Pompeo: AS Keras terhadap...
Pompeo: AS Keras terhadap Iran Kunci Normalisasi Arab Saudi-Israel
Berita Terkini
IRGC Tembak Jatuh Drone...
IRGC Tembak Jatuh Drone MQ-9 AS di Atas Bushehr, Sirine Meraung di Kuwait dan Bahrain
32 menit yang lalu
AS Serang 80 Target...
AS Serang 80 Target di Iran, Teheran Ancam Pembalasan yang Menghancurkan
1 jam yang lalu
Iran Sebut Sanksi AS...
Iran Sebut Sanksi AS yang Diperbarui Langgar MoU, Langkah itu Mulai Berlaku Penuh 17 Juli
2 jam yang lalu
Harga Minyak Melonjak...
Harga Minyak Melonjak setelah AS Cabut Izin Umum Penjualan Minyak Iran
4 jam yang lalu
AS Serang Iran dan Cabut...
AS Serang Iran dan Cabut Pengecualian Sanksi Sementara untuk Minyak Iran
4 jam yang lalu
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
13 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved