Pompeo Sebut Syarat Arab Saudi untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel

Senin, 18 Oktober 2021 - 21:01 WIB
loading...
Pompeo Sebut Syarat Arab Saudi untuk Normalisasi Hubungan dengan Israel
Mantan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo mengungkapkan syarat Arab Saudi menormalkan hubungan dengan Israel. Menurut Pompeo pada Sabtu (16/10/2021), Arab Saudi memiliki syarat agar AS mengambil sikap yang lebih keras terhadap Iran.

"Saya yakin akan ada lebih banyak negara yang bergabung dengan Kesepakatan Abraham dan, suatu hari nanti, Kerajaan Arab Saudi juga akan bergabung," papar Pompeo dalam wawancara dengan Telegraph.

Dia menambahkan, "Ada beberapa bagian lain dari teka-teki yang perlu mereka lihat, mereka perlu melihat kepemimpinan Amerika yang kuat, mereka perlu melihat Amerika yang mereka tahu akan mendukung mereka, terutama sehubungan dengan tantangan yang diajukan oleh Iran."

Baca juga: 5 Fakta Mencengangkan Rudal Hipersonik China, AS Merasa Kebobolan

Pompeo mengklaim, "Pemerintahan Biden dalam beberapa pekan memiliki roket Iran yang terbang ke Israel dari Jalur Gaza dan hari ini, pekan ini pasti, Anda memiliki rudal Iran yang terbang dari Yaman ke Arab Saudi.”

Baca juga: China Sangkal Uji Coba Rudal Hipersonik, Sebut Itu Tes Pesawat Luar Angkasa



"Itu bukan kondisi yang melahirkan kapasitas bagi negara-negara untuk membuat keputusan bersejarah seperti itu untuk memasuki kesepakatan seperti Kesepakatan Abraham."

Baca juga: China Tingkatkan Akurasi Rudal Hipersonik dengan Teknologi Kecerdasan Buatan

Pompeo adalah bagian dari pemerintahan AS yang menengahi Kesepakatan Abraham, yang melihat empat negara Arab menormalkan hubungan dengan Israel yaitu Uni Emirat Arab (UEA), Bahrain, Sudan, dan Maroko.

Pada saat itu, Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, mengatakan Kerajaan tetap terbuka untuk sepenuhnya menormalkan hubungan dengan Israel dengan syarat Negara Palestina dan rencana perdamaian antara Israel dan Palestina.
(sya)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2087 seconds (11.97#12.26)