Israel Klaim Kirim Dokter untuk Selamatkan Nyawa Abbas

Rabu, 23 Januari 2019 - 16:09 WIB
Israel Klaim Kirim Dokter...
Israel Klaim Kirim Dokter untuk Selamatkan Nyawa Abbas
A A A
TEL AVIV - Sebuah outlet media Israel melaporkan bahwa negara Zionis itu mengirim seorang dokter spesialis untuk membantu menyelamatkan nyawa Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas tahun lalu.

Abbas (83) sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Arab Istishari di Ramallah pada bulan Mei 2018. Ia didiagnosa menderita infeksi telinga parah yang segera berubah menjadi pneumonia dan penyakit komplikasi lainnya. Penyakit ini membuat nyawa Abbas terancam.

"Khawatir akan nyawanya, dan stabilitas Otoritas Palestina jika dia meninggal, para pejabat Israel diam-diam menawarkan diri untuk merawat Abbas di rumah sakit Israel, yang kemungkinan memiliki perawatan lebih maju daripada rumah sakit Palestina," tulis Ynet seperti dikutip dari Times of Israel, Rabu (23/1/2019).

Menurut laporan itu, setelah beberapa pertimbangan, para pejabat Palestina menolak permintaan itu karena mereka takut akan menimbulkan kemarahan dari masyarakat Palestina.

"Israel kemudian mengirim dokter spesialis ke rumah sakit Abbas untuk bergabung dengan tim medis yang merawat pemimpin Palestina yang sudah tua itu," kata Ynet.

Setelah dua hari perawatan intensif, kondisi Abbas membaik dan hidupnya tidak lagi dalam bahaya. Ia kemudian boleh pulang beberapa hari kemudian, setelah dirawat di rumah sakit selama sembilan hari.

Menurut beberapa laporan media Israel kepemimpinan Palestina pada saat itu sedang bekerja keras untuk menutupi kondisi Abbas.

Abbas menderita beberapa gangguan kesehatan pada tahun 2018. Dia tercatat sempat dirawat di rumah sakit Johns Hopkins Medical Center di Baltimore, Maryland, pada bulan Februari. Sejumlah laporan media yang belum dikonfirmasi ia harus menjalan tes untuk menentukan apakah ia menderita kanker perut. Biopsi itu ternyata negatif.

Menyusul laporan Ynet, seorang pejabat di kantor Abbas mengatakan kepada Times of Israel mengaku tidak mengetahui hal tersebut. Ia hanya mengatakan ada seorang dokter Amerika di tim yang merawat Abbas, kata pejabat itu.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
6 Juta Warga Palestina...
6 Juta Warga Palestina Mengungsi di Lebanon, Suriah, Yordania, dan Tepi Barat
Israel Bebaskan 33 Tahanan...
Israel Bebaskan 33 Tahanan Palestina
Serangan Israel ke Jalur...
Serangan Israel ke Jalur Gaza Tewaskan 24 Warga Sipil
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
1 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
2 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
4 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
4 jam yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
6 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved