Calon PM Israel Bangga Bunuh 1.364 Orang dan Bikin Gaza ke Zaman Batu

Rabu, 23 Januari 2019 - 00:06 WIB
Calon PM Israel Bangga...
Calon PM Israel Bangga Bunuh 1.364 Orang dan Bikin Gaza ke Zaman Batu
A A A
TEL AVIV - Mantan Kepala Pasukan Pertahanan Israel (IDF) Benny Gantz menjadi kandidat perdana menteri (PM) Israel yang ingin menggantikan Benjamin Netanyahu. Dalam kampanyenya, ia membanggakan pemboman di Gaza tahun 2014 yang dia sebut membuat wilayah itu kembali ke "zaman batu".

Ketika jadi Kepala IDF, Gantz memimpin Operation Protective Edge. Operasi militer itu adalah perang melawan Hamas di Jalur Gaza, Palestina, selama 51 hari pada tahun 2014.

Dalam iklan kampanyenya, ia juga membanggakan operasi militer itu telah membunuh 1.364 warga Gaza yang dia sebut semuanya "teroris". Operasi itu juga dia klaim membawa "3,5 tahun ketenangan" bagi negaranya.

Gantz telah merilis serangkaian iklan kampanye untuk partai Hosen Le Yisrael. Dengan kampanye itu, dia berambisi untuk menggantikan Benjamin Netanyahu sebagai PM Israel dalam pemilu April mendatang.

"Bagian-bagian Gaza dikembalikan ke zaman batu," bunyi salah satu iklan kampanye merujuk pada bangunan-bangunan Palestina yang dibom.

Iklan kedua kampanyenya menunjukkan jumlah kematian atas adegan pemakaman ribuan orang Palestina. Sedangkan iklan ketiga menunjukkan pembunuhan yang ditargetkan terhadap seorang pemimpin Hamas yang mobilnya meledak dalam kobaran api.

Elektabilitas Gantz, yang slogan kampanyenya diterjemahkan menjadi "Israel Sebelum Segalanya", masih selisih 10 poin di bawah Netanyahu. Menurut sebuah jajak pendapat di negara itu, Partai Hosen le Yisrael akan memenangkan kurang dari setengah kursi parlemen yang dikuasai Partai Likud pimpinan Netanyahu jika pemilu diadakan hari ini.

Media Palestina dan Israel sama-sama mempermasalahkan angka matematika "teror" oleh Gantz. Dengan menggunakan angka-angka Dewan HAM PBB, surat kabar Electronic Intifada menunjukkan bahwa secara diam-diam IDF pimpinan Gantz mengakui telah menargetkan warga sipil, karena kurang dari 800 dari mereka yang tewas dalam Operation Protective Edge adalah militan. Sedangkan Haaretz, yang dikutip Selasa (22/1/2019), mencatat bahwa angka resmi militer Israel kurang dari setengah dari jumlah tersebut yang berarti hampir 500 korban tewas tidak dikategorikan "teroris".

Pengakuan tidak sengaja ini, lanjut Electronic Intifada, dapat membantu warga negara Palestina-Belanda Ismail Ziada dalam gugatannya terhadap Gantz. Dalam gugatannya, Ziada menuduh pemboman yang menewaskan keluarganya adalah bagian dari kebijakan resmi IDF untuk menargetkan tempat tinggal warga sipil yang berarti melanggar hukum kemanusiaan internasional.
(mas)
Berita Terkait
Israel Bebaskan Tokoh...
Israel Bebaskan Tokoh Pemimpin Hamas Hassan Yousef
Panglima Militer Hamas:...
Panglima Militer Hamas: Jika Anda Punya Senjata, Keluarkan!
Pejuang Hamas Berhasil...
Pejuang Hamas Berhasil Tangkap Tentara Israel
Hamas Akan Bebaskan...
Hamas Akan Bebaskan 3 Sandera Israel, Ditukar dengan 183 Tahanan Palestina
7 Warga Israel Luka...
7 Warga Israel Luka Ditabrak Mobil dan Ditikam, Hamas: Serangan Heroik!
4 Alasan Hamas Sepakat...
4 Alasan Hamas Sepakat dengan Proposal Perdamaian Trump
Berita Terkini
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
57 menit yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
1 jam yang lalu
Drone Kamikaze Rusia...
Drone Kamikaze Rusia Hujani Kapal dan Pelabuhan Ukraina
2 jam yang lalu
70% Warga Negara di...
70% Warga Negara di Eropa Ini Tidak Percaya Militernya Mampu Melindungi Wilayahnya
3 jam yang lalu
Pemukim Israel Bakar...
Pemukim Israel Bakar 2 Masjid Bersejarah di Tepi Barat, Hamas: Lanjutkan Jalan Perlawanan
5 jam yang lalu
Setelah 13 Hari Menyerang...
Setelah 13 Hari Menyerang Iran, Trump Tunda Invasi Udara, Ini 5 Pertimbangannya
6 jam yang lalu
Infografis
Pemimpin Hamas dan Hizbullah...
Pemimpin Hamas dan Hizbullah Dibunuh Israel sejak Perang Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved