Pemberontak ELN Klaim Serangan Bom di Akademi Polisi Kolombia

Selasa, 22 Januari 2019 - 08:24 WIB
Pemberontak ELN Klaim...
Pemberontak ELN Klaim Serangan Bom di Akademi Polisi Kolombia
A A A
BOGOTA - Kelompok pemberontak Tentara Pembebasan Nasional Kolombia (ELN) mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom mobil di sebuah akademi polisi di Bogota minggu lalu yang menewaskan sedikitnya 20 orang.

Dalam sebuah pernyataan, kelompok militan sayap kiri itu mengatakan serangan tersebut sebagai balasan atas pembomban kamp mereka oleh pemerintah kendati ada gencatan senjata.

"Oleh karena itu, operasi yang dilakukan terhadap pembentukan dan pasukan tersebut sah menurut 'hak perang,'" kata ELN, seperti dikutip dari CNN, Selasa (22/1/2019).

ELN dan pemerintah Kolombia mencapai kesepakatan gencatan senjata pada September 2017. Namun, perjanjian itu mendapat ujian oleh serangan dari kedua sisi.

Kelompok itu meminta pemerintah untuk mengirim delegasi ke meja perundingan untuk melanjutkan pembicaraan damai. "Perang bukan masa depan bagi Kolombia, itu adalah perdamaian," kelompok itu menambahkan.

Polisi mengatakan serangan yang terjadi pada Kamis lalu di luar Akademi Kepolisian Nasional Jenderal Santander itu melukai sedikitnya 68 lainnya.

Pejabat tinggi polisi mengatakan kepada CNN bahwa ledakan itu tampaknya adalah hasil dari serangan bunuh diri. Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Jose Aldemar Rojas Rodriguez, dan mengatakan dia juga tewas dalam serangan itu.

Jaksa Agung Nestor Humberto Martinez mengatakan Rojas Rodriguez diduga memiliki sekitar 80 kilogram bahan peledak ketika ia memasuki akademi polisi dengan paksa.

Menurut polisi, Rojas Rodriguez menabrakan kendaraannya ke halaman akademi dengan kecepatan penuh dan mengabaikan seruan untuk berhenti.

Afiliasi CNN Cablenoticias menunjukkan area di luar sekolah kadet polisi itu ditutup.

Presiden Kolombia Ivan Duque mengutuk serangan itu sebagai aksi terorisme dan bersumpah untuk membawa para pelakunya ke pengadilan.

Ia kemudian mengunjungi tempat kejadian dan memproklamasikan masa berkabung selama tiga hari.

"Dari saat acara kami telah memberikan bantuan dan pendampingan kepada keluarga. Kepada mereka semua saya mengirim cinta saya, terima kasih," katanya.

Salah satu taruna polisi yang terbunuh adalah seorang wanita berusia 21 tahun dari Ekuador yang sedang belajar di akademi, kata Presiden Ekuador Lenin Moreno.
(ian)
Berita Terkait
7 Petugas Tewas dalam...
7 Petugas Tewas dalam Serangan Bahan Peledak di Desa Huila Kolombia Barat
Mengaku Dapat Wangsit,...
Mengaku Dapat Wangsit, Keponakan Temukan Rp403 M di Bekas Rumah Escobar
Rusia Usir dan Persona...
Rusia Usir dan Persona Non Grata-kan Dua Diplomat Kolombia
Bentrok di Perbatasan...
Bentrok di Perbatasan Kolombia, Venezuela Tangkap Anggota Kartel Sinaloa
Kolombia Tangkap 10...
Kolombia Tangkap 10 Orang Terkait Penembakan Helikopter Presiden
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Berebut Perdagangan Narkoba, 23 Tewas
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
39 menit yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
2 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
2 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
3 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
4 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved