Partai Demokrat Tolak Tawaran Kesepakatan Imigrasi Trump

Minggu, 20 Januari 2019 - 13:50 WIB
Partai Demokrat Tolak...
Partai Demokrat Tolak Tawaran Kesepakatan Imigrasi Trump
A A A
WASHINGTON - Partai Demokrat Amerika Serikat (AS) dilaporkan menolak kesepakatan imigrasi yang diajukan oleh Presiden AS, Donald Trump, dalam upaya untuk mengakhiri penutupan parsial pemerintah yang telah berjalan selama 28 hari.

Politisi Partai Demokrat, sekaligus Pemimpin Minoritas Senat Charles Schumer mengatakan, penawaran Trump untuk beberapa perlindungan untuk penerima Aksi Penangguhkan untuk Kedatangan Anak (DACA) dan Status Perlindungan Sementara (TPS) sebagai imbalan atas tembok itu bukan kompromi, tetapi lebih banyak mengambil sandera.

"Trump hanya mengedepankan solusi sepihak dan tidak efektif. Hanya ada satu jalan keluar: membuka pemerintahan, Tuan Presiden, dan kemudian Demokrat dan Republik dapat melakukan diskusi sipil dan muncul dengan bipartisan solusi," ucap Schumer, seperti dilansir PressTV pada Minggu (20/1).

Sementara itu, Ketua DPR Nancy Pelosi, yang juga merupakan politisi Partai Demokrat mengatakan, tawaran itu tidak dapat diterima dan tidak mewakili upaya itikad baik untuk mengembalikan kepastian bagi kehidupan masyarakat.

“Demokrat berharap bahwa presiden akhirnya mau membuka kembali pemerintahan dan melanjutkan dengan diskusi yang sangat dibutuhkan untuk melindungi perbatasan. Tidak mungkin bahwa salah satu dari ketentuan ini sendiri akan melewati DPR, dan secara bersama-sama, mereka bukan pemula," ucap Pelosi.

Sebelumnya diwartakan, Trump tetap bersikukuh pada permintaannya terkait dana USD5,7 miliar untuk pembangunan tembok di perbatasan AS-Meksiko menjadi bagian dari nota apa pun untuk kembali membuka pemerintah sepenuhnya, menentang ultimatum Demokrat.

Namun dia berharap bahwa menawarkan perlindungan baru untuk beberapa imigran tidak berdokumen dapat mengakhiri kebuntuan selama sebulan dengan Kongres.

Dalam sebuah pidato dari Gedung Putih, Trump menawarkan untuk memperluas dukungan bagi undang-undang yang melindungi imigran muda tidak berdokumen, yang dikenal sebagai "Pemimpi," serta pemegang TPS.

"Saya di sini hari ini untuk memecahkan kebuntuan dan memberi Kongres jalan ke depan untuk mengakhiri penutupan pemerintah dan menyelesaikan krisis di sepanjang perbatasan selatan," kata menggambarkan sistem imigrasi AS yang ia sebut "rusak parah".
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Anggota DPR AS Sebut...
Anggota DPR AS Sebut Zohran Mamdani 'Teroris Muslim' karena Juluki Netanyahu Penjahat Perang
5 menit yang lalu
Trump Kenakan Tarif...
Trump Kenakan Tarif Besar-besaran pada Indonesia dan 59 Negara Lainnya, Ini Daftarnya
47 menit yang lalu
Masalah Kualitas dan...
Masalah Kualitas dan Krisis Internal Hambat Ambisi Ekspor Senjata China
56 menit yang lalu
Iran Nyatakan Pangkalan...
Iran Nyatakan Pangkalan Inggris Target Sah, Tentara London Siaga 24 Jam
1 jam yang lalu
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
2 jam yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
2 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved