Korban Bom Mobil di Akademi Polisi Kolombia Meningkat Jadi 21

Jum'at, 18 Januari 2019 - 23:07 WIB
Korban Bom Mobil di...
Korban Bom Mobil di Akademi Polisi Kolombia Meningkat Jadi 21
A A A
BOGOTA - Pihak kepolisian Kolombia mengatakan 21 orang tewas dan 68 lainnya luka-luka setelah sebuah bom mobil meledak di sebuah akademi kepolisian di Bogota. Serangan ini memicu kekhawatiran negara itu akan kembali ke masa lalu yang penuh dengan kekerasan.

Dalam serangan yang terjadi pada Kamis kemarin itu, sebuah mobil menerobos pos pemeriksaan halaman Akademi Polisi Jenderal Santander sebelum meledak dan menghancurkan jendela apartemen di dekatnya. Pemerintah Kolombia menggambarkan serangan tersebut sebagai aksi terorisme.

Tidak ada klaim tanggung jawab atas serangan itu, yang paling mematikan sejak pemerintah mencapai kesepakatan damai dengan kelompok pemberontak Marxis FARC pada 2016.

Presiden Ivan Duque menyebut ledakan itu sebagai "aksi teroris gila" terhadap taruna yang tidak bersenjata. Ia pun memerintahkan polisi serta militer untuk menemukan pelaku dan membawa mereka ke pengadilan.

"Kami tidak akan beristirahat sampai kami menangkap dan mengadili para teroris yang terlibat," kata Duque Kamis malam.

"Saya memberi tahu para penjahat bahwa penolakan sosial menunggu mereka, penolakan semua warga Kolombia dan masyarakat internasional," imbuhnya seperti dikutip dari VOA, Jumat (18/1/2019).

Radio lokal Caracol mengatakan bahwa seorang tersangka telah ditangkap. Para penyelidik mengidentifikasi pengemudi mobil itu sebagai Jose Aldemar Rojas Rodriguez, yang termasuk di antara yang tewas, kata Jaksa Agung Kolombia Nestor Humberto Martinez.

"Mobil itu, sebuah SUV patroli Nissan abu-abu, membawa 80 kilogram (pentol) bahan berdaya ledak tinggi, yang telah digunakan di masa lalu oleh gerilyawan Kolombia," kata Martinez.

Bom mobil sering terjadi di Kolombia selama perang saudara antara pemerintah dan berbagai kelompok pemberontak kiri, serta dalam kekerasan yang melibatkan kartel narkoba Medellin yang dipimpin oleh mendiang penguasa narkoba Pablo Escobar dalam beberapa dekade.

Perang terburuk, yang menewaskan sekitar 260 ribu dan menyebabkan jutaan orang terlantar, berakhir ketika pemerintah mencapai kesepakatan damai dengan Angkatan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC) pada tahun 2016.

Serangan besar terakhir adalah pada Januari 2018 ketika kelompok pemberontak terbesar yang masih aktif, Tentara Pembebasan Nasional (ELN), meledakkan sebuah bom di kota pelabuhan utara Barranquilla, menewaskan lima petugas polisi dan melukai puluhan lainnya.

ELN, yang terdiri dari sekitar 2.000 pejuang dan dianggap sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, telah melakukan pembicaraan dengan pemerintah sejak Februari 2017 untuk mengakhiri konflik.

Duque, yang menjabat pada Agustus, mengatakan kondisi untuk perundingan perdamaian termasuk ELN yang menangguhkan permusuhan dan melepaskan semua sandera.
(ian)
Berita Terkait
7 Petugas Tewas dalam...
7 Petugas Tewas dalam Serangan Bahan Peledak di Desa Huila Kolombia Barat
Mengaku Dapat Wangsit,...
Mengaku Dapat Wangsit, Keponakan Temukan Rp403 M di Bekas Rumah Escobar
Rusia Usir dan Persona...
Rusia Usir dan Persona Non Grata-kan Dua Diplomat Kolombia
Bentrok di Perbatasan...
Bentrok di Perbatasan Kolombia, Venezuela Tangkap Anggota Kartel Sinaloa
Kolombia Tangkap 10...
Kolombia Tangkap 10 Orang Terkait Penembakan Helikopter Presiden
2 Kelompok Pemberontak...
2 Kelompok Pemberontak Berebut Perdagangan Narkoba, 23 Tewas
Berita Terkini
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
36 menit yang lalu
Hamas Sambut Baik Kesepakatan...
Hamas Sambut Baik Kesepakatan AS-Iran, Serukan Penghentian Serangan di Gaza dan Lebanon
1 jam yang lalu
7 Fakta Unik Cape Verde,...
7 Fakta Unik Cape Verde, Negara Kecil yang Bikin Spanyol Frustrasi di Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Inggris, Prancis, Jerman,...
Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia Siap Cabut Sanksi Teheran setelah Kesepakatan Damai AS-Iran
3 jam yang lalu
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
4 jam yang lalu
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
6 jam yang lalu
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved