AS Dituding Bebaskan 40 Militan ISIS dari Penjara Afghanistan

Jum'at, 18 Januari 2019 - 00:55 WIB
AS Dituding Bebaskan...
AS Dituding Bebaskan 40 Militan ISIS dari Penjara Afghanistan
A A A
KABUL - Juru bicara kelompok Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa militer Amerika Serikat (AS) telah membunuh penjaga keamanan selama penggerebekan di salah satu penjara di provinsi Badghis, barat laut Afghanistan. Militer AS kemudian membawa 40 militan ISIS yang dipenjara ke tempat yang tidak diketahui.

Kementerian Luar Negeri Rusia juga melaporkan bahwa pasukan khusus AS bisa terlibat dalam serangan sebuah penjara untuk mencegah kebocoran informasi tentang sponsor teroris.

Pada saat yang sama, Bakhtar News Agency, kantor berita resmi pemerintah Afghanistan, memposting informasi bahwa 36 anggota IS dibebaskan oleh tentara nasional Afghanistan.

Mengomentari laporan itu, Wakil Kepala Dewan Provinsi Badghis Abdullah Afzali mengatakan bahwa para militan telah dibebaskan oleh beberapa militer asing.

"Tiga hari yang lalu, militer asing mengepung daerah Panjboz, tempat gerilyawan ISIS ditangkap oleh Taliban lima bulan lalu di provinsi Faryab. Pasukan militer asing menewaskan sekitar 20-30 anggota Taliban yang menjaga fasilitas penahanan. Mereka membebaskan 38 militan, yang dibawa pergi ke wilayah yang tidak diketahui," kata pejabat itu seperti dikutip dari Sputnik, Jumat (18/1/2019).

Afzali juga mencatat bahwa penduduk setempat mengetahui keberadaan para tahanan ISIS.

"Penduduk setempat melihat gerilyawan ISIS dari jarak dekat. Kebanyakan dari mereka adalah orang asing dari Rusia, China, Uzbekistan, Tajikistan, dan negara-negara lain. Ada perempuan di antara mereka. Semua penduduk tahu tentang itu," ungkapnya.

Menurut sang politisi, operasi itu dilakukan pada saat-saat gelap dengan dukungan perlindungan dari tanah dan udara.
(ian)
Berita Terkait
Senator Republik: Amerika...
Senator Republik: Amerika Serikat Akan Kembali ke Afghanistan
Hengkang dari Afghanistan,...
Hengkang dari Afghanistan, Biden kepada ISIS-K: Kami Belum Selesai dengan Anda
Pasukan Afghanistan...
Pasukan Afghanistan Gagalkan Rencana ISIS Habisi Kuasa Usaha AS
Taliban Tolak Kerja...
Taliban Tolak Kerja Sama dengan AS untuk Perangi ISIS
Buru Bos ISIS-K, AS...
Buru Bos ISIS-K, AS Tawarkan Hadiah Rp143,9 Miliar
AS: ISIS Dalang Pembantaian...
AS: ISIS Dalang Pembantaian RS Bersalin Kabul Termasuk 2 Bayi
Berita Terkini
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
2 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
3 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
4 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
5 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
6 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
7 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved