Pidato Terlama Pemimpin Dunia di Panggung PBB

Rabu, 16 Januari 2019 - 06:18 WIB
Pidato Terlama Pemimpin...
Pidato Terlama Pemimpin Dunia di Panggung PBB
A A A
SEJUMLAH tokoh memanfaatkan PBB untuk menyampaikan pandangan dan perjuangannya. Forum di PBB dinilai sebagai tempat paling pas untuk unjuk gigi sehingga tersiar ke seluruh penjuru dunia. Sebagai momen langka, panggung PBB pun dimanfaatkan dengan sebaik mungkin. Tercatat sejumlah tokoh berpidato sangat lama di PBB.
1. Fidel Castro (Kuba/4 jam)
Pidato Terlama Pemimpin Dunia di Panggung PBB


Pemimpin Kuba Fidel Castro memegang rekor berpidato paling lama di PBB, yakni 4 jam 29 menit, pada 26 September 1960. Salah satu pidato terpanjangnya tercatat berdurasi 7 jam 30 menit setelah majelis nasional memilihnya kembali sebagai presiden untuk lima tahun berikutnya pada 24 Februari 1998.

2. Nikita Sergeyevich Khrushchev (Uni Soviet/2 jam lebih)
Pidato Terlama Pemimpin Dunia di Panggung PBB


Di pleno ke-869, saat Majelis Umum PBB, Khrushchev telah melakukan pidatonya selama 140 menit atau 2 jam lebih pada 23 September 1960.Khrushchev mengatakan bahwa pemimpin dunia yang telah hadir harus bertanggung jawab atas keadaan dunia. Kemerdekaan telah banyak meluas ke berbagai wilayah. Namun puluhan juta manusia tetap merana dan menderita oleh kolonialisme dan imprealisme.3. Soekarno (Indonesia/2 jam)
Pidato Terlama Pemimpin Dunia di Panggung PBB
Soekarno termasuk dari kepala negara yang menyampaikan pidato terpanjang saat Majelis Umum PBB, di sesi pleno ke-88, dengan menghabiskan waktu selama 121 menit atau 2 jam, pada 30 September 1960. Seokarno mengawali pidatonya dengan membacakan terjemahan Al Quran surat Al-Hujurat ayat 14, dan Injil surat Luke pasal 2 ayat 14. Ia mengatakan bahwa pengorbanan dan penderitaan telah berakhir, ini adalah bukti bahwa keadilan telah mulai berjaya dan kejahatan telah hilang.4. Sékou Touré (Guinea/2 jam)
Pidato Terlama Pemimpin Dunia di Panggung PBB
Pada pertemuan Majelis Umum PBB, di pleno ke-896, Touré menyampaikan pidatonya selama 144 menit atau lebih dari 2 jam, pada 10 Oktober 1960.Touré dalam pidatonya berharap akan adanya sebuah perdamaian, terutama di benua Afrika, terhadap generasi masa depan yang akan diselamatkan dari kemiskinan, kehancuran, perbudakan, kolonialisme dan imperealisme, serta segala kekecewaan dan kesulitan yang merintangi kehidupan mereka untuk menuju peradaban internasional. (Wahyono)
(poe)
Berita Terkait
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi...
OIKN dan DPR Bahas Rekonstruksi Anggaran dalam RDP, Tekankan Efisiensi Belanja 2025
6 Kota Paling Multikultural...
6 Kota Paling Multikultural di Dunia, dari Amsterdam hingga Singapura
10 Negara dengan Etnis...
10 Negara dengan Etnis Paling Beragam di Dunia
5 Sekolah Termahal,...
5 Sekolah Termahal, Biayanya Bisa Membuat Anda Tercengang
Inilah 6 Mata-mata Paling...
Inilah 6 Mata-mata Paling Sukses di Dunia
10 Negara dengan Sistem...
10 Negara dengan Sistem Kesehatan Publik Terbaik di Dunia
Berita Terkini
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
10 menit yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
2 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
3 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
4 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 jam yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
6 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved