Mantan Dubes Sebut Washington Kehilangan Peran di Kancah Internasional

Minggu, 13 Januari 2019 - 17:59 WIB
Mantan Dubes Sebut Washington...
Mantan Dubes Sebut Washington Kehilangan Peran di Kancah Internasional
A A A
WASHINGTON - Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk NATO, Yvo Daalder mengatakan, dalam dua tahun terakhir, Washington telah kehilangan statusnya sebagai aktor paling penting di arena internasional.

Dalam sebuah wawancara dengan CNN, seperti dilansir Tass pada Minggu (13/1), Daalder menyatakan, akan sangat sulit bagi Washington untuk mendapatkan kembali predikat tersebut.

"Pada 2017, AS memiliki kehadiran yang amat besar dalam pikiran para pemimpin global. Penting apa yang dipikirkan, dilakukan, atau tidak dilakukan AS. Tidak jelas apakah pada 2021, para pemimpin dunia akan masih memikirkan apa yang akan dilakukan AS," kata Daalder.

Daalder, dalam wawancara itu mengatakan, keputusan yang dibuat oleh Presiden AS, Donald Trump telah menciptakan kekosongan di arena internasional, dan negara-negara lain, pertama-tama China, siap mengisi kekosongan tersebut.

Daalder juga mengatakan bahwa negaranya kurang memperhatikan untuk terlibat dalam perjanjian perdagangan utama di bawah pemerintahan saat ini, sementara negara-negara lain dengan sangat aktif mengambil bagian dalam perjanjian itu.

Seperti diketahui, sejak Trump dilantik pada 2017, AS telah keluar atau berniat keluar dari serangkaian perjanjian internasional penting dalam bidang politik, ekonomi, lingkungan dan budaya.

Kesepakatan itu termasuk Perjanjian Iklim Paris, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) tentang program nuklir Iran, Kemitraan Trans-Pasifik. Washington juga mengumumkan pengunduran dirinya dari Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), memangkas kontribusinya bagi PBB dan mengatakan akan secara sepihak meninjau ketentuan-ketentuan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA).

Pada Oktober 2018, Trump secara mengejutkan mengatakan, negaranya akan mundur dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) dengan Rusia, dengan alasan Moskow telah melanggar perjanjian itu.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
54 menit yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
1 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
2 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
3 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
4 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved