Bendera Israel akan Dijadikan Keset Kantor di Yordania

Sabtu, 05 Januari 2019 - 08:29 WIB
Bendera Israel akan...
Bendera Israel akan Dijadikan Keset Kantor di Yordania
A A A
AMMAN - Bendera Israel akan dijadikan keset dan ditempatkan di pintu masuk kantor-kantor Serikat Pekerja Profesional di seluruh Yordania. Bendera berlambang Star of David (Bintang Daud) itu akan diinjak-injak setiap orang yang masuk kantor.

Tindakan Asosiasi Serikat Pekerja Profesional Yordania itu sebagai sikap protes atas pendudukan Israel yang terus-menerus atas wilayah Palestina.

Alasan lainnya, seperti dikutip dari Haaretz, Sabtu (5/1/2018), adalah sebagai respons atas keluhan yang diajukan Israel kepada Kementerian Luar Negeri Yordania terkait lantai bergambar bendera Israel yang diinjak-injak seroang menteri negara Arab tersebut.

Seperti diketahui, pada hari Minggu, Kementerian Luar Negeri Israel mengajukan protes keras kepada pemerintah Yordania terkait foto Menteri Informasi Yordania Jumana Ghunaimat yang menginjak lantai bergambar bendera Israel di gedung persatuan insinyur di Amman.

Kementerian Luar Negeri rezim Zionis itu menggambarkan perilaku Menteri Ghunaimat sebagai "tindakan tidak hormat". Kementerian tersebut juga memanggil duta besar Yordania di Israel, Mohammad Hmeid, untuk dimintai klarifikasi.

Perdana Menteri Yordania Omar Razzaz dilaporkan memasuki kantor yang sama di mana gambar bendera Bintang Daud tempampang di lantai. Namun, Razzaz masuk melalui pintu samping agar tidak menginjak lantai bergambar bendera warna biru-putih tersebut.

Sebagai respons atas protes tersebut, Pemerintah Yordania mengatakan bahwa bangunan kantor itu itu milik pribadi dan oleh karena itu pemerintah tidak dapat melakukan intervensi.

Menurut laporan media Yordania, Ketua Asosiasi Serikat Pekerja, Ibrahim Tarawneh, meratifikasi keputusan menjadikan bendera Israel sebagai keset kantor. Surat kabar Rai al-Youm yang berbasis di London mengatakan bahwa keputusan itu dicapai setelah masalah itu jadi pembahasan publik.

Para pemimpin serikat pekerja berhasil menggulingkan perdana menteri sebelumnya selama musim panas melalui protes jalanan. Aksi mereka secara tidak langsung mengantarkan Razzaz sebagai perdana menteri yang baru.

Asosiasi Serikat Profesional Yordania dikenal karena pendiriannya yang menentang perjanjian damai dengan Israel dan merupakan pemerhati opini publik.

Israel dan Yordania menandatangani perjanjian perdamaian pada tahun 1994. Namun, hubungan kedua negara sering membeku di tengah perbedaan atas kebijakan Israel di Yerusalem, di mana Yordania adalah penjaga atas situs Muslim. Selain itu, kebijakan luar negeri Yordania juga pro-Palestina.
(mas)
Berita Terkait
Yordania Peringatkan...
Yordania Peringatkan Israel Soal Rencana Aneksasi Wilayah Palestina
Mantan Menteri Yordania:...
Mantan Menteri Yordania: Lindungi Napi Palestina Pembobol Penjara Israel
Bahas Pencaplokan Tepi...
Bahas Pencaplokan Tepi Barat, Bos Mossad Temui Raja Yordania
Raja Yordania: Stabilitas...
Raja Yordania: Stabilitas Regional Dipertaruhkan oleh Aneksasi Israel
PM Israel Netanyahu...
PM Israel Netanyahu Akan Caplok Tepi Barat
Yordania Murka Wilayahnya...
Yordania Murka Wilayahnya Diklaim Bagian dari Negara Israel
Berita Terkini
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
3 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
4 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
7 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
8 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved