Inggris Tak Siap Terima Kenyataan Assad Gagal Digulingkan

Jum'at, 04 Januari 2019 - 14:17 WIB
Inggris Tak Siap Terima...
Inggris Tak Siap Terima Kenyataan Assad Gagal Digulingkan
A A A
LONDON - Pemerintah Inggris mengakui bahwa Presiden Republik Arab Suriah Bashar al-Assad tidak mungkin digulingkan dalam waktu dekat. London yang tak siap menerima kenyataan itu menyalahkan Rusia yang berjasa memenangkan rezim Suriah dalam perang sipil.

"Dengan menyesal, kami pikir dia (Assad) akan berada di sana untuk sementara waktu dan itu karena dukungan dia dapatkan dari Rusia," Menteri Luar Negeri Inggris Jeremy Hunt dalam membuat komentar jujur ​​kepada Sky News, hari Kamis, selama perjalanan tiga hari ke Asia.

Dia menegaskan sikap Inggris selama beberapa tahun terakhir yakni ingin presiden Assad lengser dari jabatannya. Namun, gagalnya penggulingan pemimpin rezim Damaskus itu membuat London belum siap untuk menerima kenyataan.

"Posisi lama Inggris adalah bahwa kita tidak akan memiliki perdamaian abadi di Suriah dengan rezim itu," kata Hunt, merujuk pada pemerintah Assad di Damaskus.

London selama ini tidak pernah berbasa-basi ketika berbicara tentang pemimpin Suriah. Pendahulu Hunt, Boris Johnson, pernah menyebut presiden Assad sebagai "monster".

"Rusia mungkin berpikir bahwa itu memperoleh pengaruh. Apa yang akan kita katakan kepada mereka adalah ya dan Anda juga mendapatkan tanggung jawab," lanjut Hunt.

"Jika Anda akan terlibat di Suriah maka Anda perlu memastikan bahwa benar-benar ada perdamaian di Suriah. Dan itu berarti memastikan bahwa Presiden Assad tidak menggunakan senjata kimia pada rakyatnya sendiri," imbuh dia.

Sementara itu, mantan kepala staf pertahanan Inggris Jenderal Lord David Richards mengatakan dia enggan mendukung sikap Hunt.

"Saya bukan pembela Rusia atau rezim Assad, tetapi sebenarnya ini telah menatap kami selama beberapa tahun sekarang, dan saya pikir inilah saatnya untuk membalik halaman dan menerima kenyataan. Strategi kami—jika itu adalah kata yang tepat—gagal total dan Rusia dengan Iran telah berhasil," katanya kepada Sky News.

"Kami memang menawarkan strategi militer yang koheren—strategi militer harus merupakan sintesis tindakan militer dengan aksi politik—dan tentu saja itu sebabnya Rusia berhasil, sedangkan kita belum," ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Perkuat Pengaruh, Iran...
Perkuat Pengaruh, Iran Siap Bantu Rekonstruksi Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Rusia, Iran, Suriah,...
Rusia, Iran, Suriah, dan Turki Bertemu di Moskow, Pukulan Baru bagi AS?
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Suriah: Pencegatan Pesawat...
Suriah: Pencegatan Pesawat Penumpang Iran oleh AS Adalah Tindakan Terorisme
Iran Tolak Sanksi AS...
Iran Tolak Sanksi AS pada Suriah, Dorong Perdagangan dengan Damaskus
Berita Terkini
Venezuela Tak Bisa Ambil...
Venezuela Tak Bisa Ambil 31 Ton Emas Batangan senilai Rp71 Triliun, Ini 3 Alasannya
2 jam yang lalu
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi...
Siapa dan Apa yang Mempengaruhi Trump untuk Menghentikan Perang Iran?
3 jam yang lalu
Peretas Retas Perusahaan...
Peretas Retas Perusahaan Pertahanan Israel IMCO, Dokumen Rahasia Militer Israel Bocor
4 jam yang lalu
2 Hari Tanpa Serangan...
2 Hari Tanpa Serangan AS, Iran: Strategi Kami Adalah Pembalasan
7 jam yang lalu
Teror Israel di Tepi...
Teror Israel di Tepi Barat Makin Mencekam, Mesir dan Spanyol Marah Besar!
8 jam yang lalu
Meski Wilayahnya Dicaplok...
Meski Wilayahnya Dicaplok Zionis, Presiden Suriah Tidak Tertarik Perang Melawan Israel
8 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved