Netanyahu Tegaskan Tidak Akan Mundur jika Sidang Dakwaan Digelar
Selasa, 01 Januari 2019 - 15:02 WIB
Netanyahu Tegaskan Tidak Akan Mundur jika Sidang Dakwaan Digelar
A
A
A
TEL AVIV - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu mengatakan, ia tidak akan mengundurkan diri dari jabatan seandainya Jaksa Agung Israel menerima rekomendasi polisi untuk menuntutnya atas kasus korupsi.
Pemimpin Israel yang terjerat dalam tiga kasus korupsi itu membantah melakukan kesalahan. Jika jaksa agung Israel memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap Netanyahu, jaksa akan mengumumkan dakwaan tersebut sambil menunggu persidangan.
"Saya tidak bermaksud untuk mengundurkan diri. Menurut undang-undang, Perdana Menteri tidak harus mengundurkan diri selama proses persidangan. Sidang tidak berakhir sampai pihak saya didengar," ucap Netanyahu, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (1/1).
"Bayangkan apa yang akan terjadi jika seorang Perdana Menteri digulingkan sebelum sidang selesai, dan kemudian setelah sidang mereka memutuskan untuk menutup kasus ini. Itu tidak masuk akal. Ini pukulan berat bagi demokrasi," sambungnya.
Keputusan atas dakwaan itu diharapkan akan disampaikan dalam beberapa minggu kedepan. Tetapi beberapa analis mengatakan Jaksa Agung dapat memilih untuk menunda langkah keluar dari kekhawatiran ia mungkin mempengaruhi hasil pemilihan.
Pemimpin Israel yang terjerat dalam tiga kasus korupsi itu membantah melakukan kesalahan. Jika jaksa agung Israel memutuskan untuk mengajukan tuntutan terhadap Netanyahu, jaksa akan mengumumkan dakwaan tersebut sambil menunggu persidangan.
"Saya tidak bermaksud untuk mengundurkan diri. Menurut undang-undang, Perdana Menteri tidak harus mengundurkan diri selama proses persidangan. Sidang tidak berakhir sampai pihak saya didengar," ucap Netanyahu, seperti dilansir Al Arabiya pada Selasa (1/1).
"Bayangkan apa yang akan terjadi jika seorang Perdana Menteri digulingkan sebelum sidang selesai, dan kemudian setelah sidang mereka memutuskan untuk menutup kasus ini. Itu tidak masuk akal. Ini pukulan berat bagi demokrasi," sambungnya.
Keputusan atas dakwaan itu diharapkan akan disampaikan dalam beberapa minggu kedepan. Tetapi beberapa analis mengatakan Jaksa Agung dapat memilih untuk menunda langkah keluar dari kekhawatiran ia mungkin mempengaruhi hasil pemilihan.
(esn)