Washington Mengaku Sudah Beritahu Moskow Soal Penahanan Warga AS
Selasa, 01 Januari 2019 - 13:03 WIB
Washington Mengaku Sudah Beritahu Moskow Soal Penahanan Warga AS
A
A
A
WASHINGTON - Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan, mereka telah memberitahu RUsia mengenai adanya seorang warga AS yang ditangkap di Moskow. Warga AS bermama Paul Whelan ditangkap karena diduga melakukan aksi spionase di Moskow.
Dalam sebuah pernyataan, Kemlu AS mengatakan, pihaknya sudah meminta akses kekonsuleran kepada Moskow terhadap Whelan. Washington menegaskan, sesuai hukum internasional, Moskow harus memberikan akses tersebut.
“Kewajiban Rusia berdasarkan Konvensi Wina mengharuskan mereka untuk menyediakan akses konsuler. Kami telah meminta akses ini dan mengharapkan pihak berwenang Rusia untuk menyediakannya," kata Kemlu AS, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (1/1).
Sebelumnya diwartakan, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menyatakan telah menangkap Whelan di Moskow pada penghujung tahun lalu. Layanan pers FSB menuturkan, sebuah kasus kriminal di bawah pasal "spionase" telah dimulai terhadap Whelan.
"Pada tanggal 28 Desember, seorang warga negara AS bernama Paul Whelan ditahan oleh petugas dari FSB saat menjalankan aksi mata-mata di Moskow," kata layanan pers FSB dalam sebuah pernyataan.
"Investigasi kasus ini sedang berlangsung," sambungnya, tanpa memberikan rincian lebih jauh mengenai kasus ini.
Berdasarkan pasal spionase yang dituduhkan oleh FSB, yang merupakan kasus pidana serius, jika terbuktika bersalah Whelan kemungkinan akan mendapat hukuman antara 10 hingga 20 tahun penjara.
Dalam sebuah pernyataan, Kemlu AS mengatakan, pihaknya sudah meminta akses kekonsuleran kepada Moskow terhadap Whelan. Washington menegaskan, sesuai hukum internasional, Moskow harus memberikan akses tersebut.
“Kewajiban Rusia berdasarkan Konvensi Wina mengharuskan mereka untuk menyediakan akses konsuler. Kami telah meminta akses ini dan mengharapkan pihak berwenang Rusia untuk menyediakannya," kata Kemlu AS, seperti dilansir Sputnik pada Selasa (1/1).
Sebelumnya diwartakan, Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menyatakan telah menangkap Whelan di Moskow pada penghujung tahun lalu. Layanan pers FSB menuturkan, sebuah kasus kriminal di bawah pasal "spionase" telah dimulai terhadap Whelan.
"Pada tanggal 28 Desember, seorang warga negara AS bernama Paul Whelan ditahan oleh petugas dari FSB saat menjalankan aksi mata-mata di Moskow," kata layanan pers FSB dalam sebuah pernyataan.
"Investigasi kasus ini sedang berlangsung," sambungnya, tanpa memberikan rincian lebih jauh mengenai kasus ini.
Berdasarkan pasal spionase yang dituduhkan oleh FSB, yang merupakan kasus pidana serius, jika terbuktika bersalah Whelan kemungkinan akan mendapat hukuman antara 10 hingga 20 tahun penjara.
(esn)