Pengunjung Berkulit Hitam Dibersihkan dari Pantai Picu Aksi Protes

Minggu, 30 Desember 2018 - 10:56 WIB
Pengunjung Berkulit...
Pengunjung Berkulit Hitam Dibersihkan dari Pantai Picu Aksi Protes
A A A
CAPE TOWN - Sejumlah pengunjuk rasa mendatangi salah satu pantai yang paling indah di Cape Town, Ibu Kota Afrika Selatan (Afsel). Mereka melakukan aksi protes setelah penjaga keamanan swasta dituduh memerintahkan pengungjung kulit hitam untuk pergi.

Para penjaga, yang disewa oleh penduduk setempat, diduga membersihkan pantai turis Clifton 4th pada Minggu malam lalu. Para pengunjuk rasa mengatakan para pengunjung pantai berkulit hitam menjadi sasaran ketidakadilan.

Tetapi perusahaan itu membantah menutup pantai dan mengatakan hanya bertindak untuk melindungi penduduk dari kejahatan.

Alwyn Landman, kepala eksekutif perusahaan keamanan PPA, yang tugasnya adalah melindungi warga dari aktivitas kriminal, membantah bahwa perusahaan telah menutup akses pantai sama sekali.

Dia mengatakan kepada News 24 bahwa polisi telah membersihkan daerah itu setelah kejahatan dilakukan.

"Itu adalah kekacauan mutlak dan (polisi) benar-benar melakukan pekerjaan besar untuk menstabilkan situasi," katanya seperti dikutip dari BBC, Minggu (30/12/2018).

Namun demonstran, yang berkumpul di pantai pada Jumat malam, membantah pernyataan ini.

"Penjaga keamanan swasta ini sebenarnya diberi pengarahan untuk tidak mengizinkan orang kulit hitam yang tampak seperti berasal dari kota-kota di pantai," kata aktivis setempat Chumani Maxwele kepada situs web News 24.

Maxwele, yang memulai protes lewat media sosial di bawah tagar #ReclaimClifton, mengawasi pembantaian seekor domba dalam sebuah ritual yang menurut para pengunjuk rasa akan membersihkan pantai rasisme.

Sejumlah kecil aktivis hak-hak hewan memprotes tindakan tersebut.

Pihak kepolisian juga mengatakan mereka belum menerima laporan kegiatan kriminal di pantai pada hari Minggu malam.

Untuk diketahui pantai dan area publik lainnya dipisahkan selama era apartheid.

Walikota Cape Town, Dan Plato mengatakan, perusahaan keamanan tidak memiliki wewenang untuk meminta siapa pun meninggalkan pantai Clifton. Plato mengatakan bahwa penjaga telah meminta semua orang dari semua ras untuk pergi dan tidak menargetkan orang kulit hitam secara khusus.

"Kami tidak akan mengizinkan organisasi swasta untuk membatasi akses ke ruang publik kami," katanya dalam sebuah pernyataan.

Wakil Kementerian Kepolisian Bongani Mkongi berjanji untuk bekerja keras pada perusahaan keamanan.

"Ini adalah properti negara, milik rakyat dan oleh karena itu kita tidak memerlukan perusahaan keamanan di sini," tegasnya.
(ian)
Berita Terkait
Indonesia Dorong Aksi...
Indonesia Dorong Aksi Nyata Pemberdayaan Perempuan di G20 Afrika Selatan
4 Alasan Afrika Selatan...
4 Alasan Afrika Selatan Selalu Jadi Pusat Pergeseran Tatanan kekuatan Global pada 2025
Gedung Parlemen Afrika...
Gedung Parlemen Afrika Selatan di Cape Town Terbakar
Presiden Afsel Berupaya...
Presiden Afsel Berupaya Pertahankan Kekuasaan di Tengah Skandal Korupsi
25.000 Tentara Dikerahkan...
25.000 Tentara Dikerahkan untuk Redam Kerusuhan di Afrika Selatan
Kerusuhan Afrika Selatan...
Kerusuhan Afrika Selatan Menggila, 212 Orang Tewas Secara Brutal
Berita Terkini
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
59 menit yang lalu
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
1 jam yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
3 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
5 jam yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
5 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
8 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved