Iran Eksekusi Mati Pebisnis atas Kejahatan Ekonomi

Sabtu, 22 Desember 2018 - 15:46 WIB
Iran Eksekusi Mati Pebisnis...
Iran Eksekusi Mati Pebisnis atas Kejahatan Ekonomi
A A A
TEHERAN - Otoritas Iran pada hari Sabtu (22/12/2018) mengeksekusi seorang pebisnis yang dihukum mati oleh pengadilan jalur cepat yang dibentuk untuk memerangi kejahatan ekonomi.

Hukuman mati terhadap pebisnis bernama Hamidreza Baqeri-Dermani dijatuhkan menyusul demo besar yang memprotes praktik korupsi. Demo itu menyebabkan puluhan orang dipenjara.

Pengadilan revolusioner Islam—yang keputusannya tidak dapat diajukan banding, kecuali dalam kasus hukuman mati—didirikan pada Agustus. Pengadilan dibentuk setelah Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei menyerukan tindakan cepat dan adil untuk menghadapi "perang ekonomi" yang diluncurkan oleh musuh-musuh asing setelah Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi terhadap Teheran.

"Hamidreza Baqeri-Dermani telah dihukum karena menyebarkan korupsi di bumi, sebuah pelanggaran mendasar di bawah hukum Islam Iran, untuk berbagai pelanggaran termasuk penyuapan dan penipuan," bunyi siaran televisi pemerintah Iran yang dikutip Reuters.

Hukuman matinya dikuatkan oleh Mahkamah Agung bulan ini.

Iran sebelumnya mengeksekusi mati dua pedagang atas tuduhan kejahatan ekonomi pada bulan November. Eksekusi itu dijalankankan dalam upaya untuk membendung kesalahan keuangan dalam menghadapi krisis ekonomi dan sanksi AS.

AS memberlakukan kembali sanksinya terhadap Iran yang sempat dicabut. Sanksi diberlakukan setelah Presiden Donald Trump menarik Washington dari perjanjian nuklir internasional 2015 antara Iran dan enam kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China).

Pengadilan khusus Iran tersebut telah memenjarakan puluhan pengusaha dan pedagang hingga 20 tahun.

Jatuhnya nilai mata uang Iran awal awal tahun ini telah mengganggu perdagangan luar negeri negara tersebut dan memicu inflasi tahunan hingga empat kali lipat menjadi hampir 40 persen pada November.

Anjloknya nilai mata uang Iran telah memicu protes jalanan sporadis sejak akhir tahun lalu.

Para ekonom Iran menyatakan kampanye melawan kejahatan ekonomi, dikombinasikan dengan perintah dari Ayatollah Khamenei bulan ini untuk memperkuat negara itu, telah membuat banyak pedagang lebih waspada dengan penawaran mata uang.
(mas)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Apa itu Administrasi...
Apa itu Administrasi Gaza yang Baru setelah Pemerintahan Hamas Bubar?
3 jam yang lalu
Hamas Bubarkan Pemerintahannya...
Hamas Bubarkan Pemerintahannya di Gaza, Bagaimana Selanjutnya?
5 jam yang lalu
Desa-desa Kristen Lebanon...
Desa-desa Kristen Lebanon Tolak Klaim Pencaplokan Netanyahu: Sama Sekali Salah
6 jam yang lalu
Israel Berencana Bangun...
Israel Berencana Bangun 40 Pos Permukiman Baru di Sepanjang Perbatasan Yordania
7 jam yang lalu
Hindari Teluk, Irak...
Hindari Teluk, Irak Bersiap Buka Lagi Jalur Darat Suriah untuk Ekspor Minyak
8 jam yang lalu
Hamas Peringatkan Upaya...
Hamas Peringatkan Upaya Israel Ciptakan Kekosongan Pemerintahan di Gaza
9 jam yang lalu
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved