Tiga Belas Tewas dalam Kebakaran Tambang Batu Bara di Ceko

Sabtu, 22 Desember 2018 - 00:09 WIB
Tiga Belas Tewas dalam...
Tiga Belas Tewas dalam Kebakaran Tambang Batu Bara di Ceko
A A A
PRAHA - Tiga belas penambang tewas dan 10 orang terluka setelah kebakaran yang disebabkan oleh pembakaran metana yang meletus di sebuah tambang batu bara di bagian timur Republik Ceko.

"Secara total kami mendapatkan 13 penambang tewas, 11 warga Polandia dan dua orang warga Ceko," kata juru bicara perusahaan pertambangan OKD, Ivo Celechovsky, seperti dikutip dari AFP, Sabtu (21/12/2018).

Kecelakaan itu terjadi pada kedalaman 880 meter di tambang CSM di kota Karvina, sekitar 300 kilometer timur Praha, pada Kamis sore.

Tim penyelamat menemukan lima penambang tewas pada hari Kamis dan melaporkan delapan orang hilang. Semua dari mereka juga ditemukan tewas.

Celechovsky mengatakan bahwa api masih menyala, dengan para penyelamat membangun penghalang untuk menghentikannya menyebar. Dia menambahkan mereka akan bekerja di sana setidaknya sampai hari Minggu.

Juru bicara rumah sakit di kota terdekat Ostrava, Nada Chattova, mengatakan dua orang telah dirawat di pusatnya yang terbakar.

"Satu dibawa oleh helikopter, dia masih dalam kondisi kritis. Yang lainnya dalam kondisi stabil dan hidupnya tidak dalam bahaya," ujarnya.

Seorang penambang dengan luka ringan dibawa ke rumah sakit di Karvina dan tujuh dirawat di tempat, juga dengan cedera ringan, kata media Ceko.

"Ledakan di tambang CSM adalah tragedi besar," kata Perdana Menteri Ceko, Andrej Babis, yang akan melakukan perjalanan ke lokasi itu pada Jumat pagi bersama rekannya dari Polandia Mateusz Morawiecki.

Para perdana menteri berbicara di telepon setelah kecelakaan itu, Morawiecki mengatakan dalam sebuah tweet, menambahkan bahwa tim penyelamat Polandia juga telah dikirim ke tambang itu.

Celechovsky mengatakan pada hari Kamis para penambang Polandia yang tewas berasal dari perusahaan pertambangan Alpex yang berbasis di Polandia.

"Kami adalah satu keluarga besar, ini adalah tragedi yang mengerikan," kata seorang penambang Ceko kepada stasiun televisi setempat.

"Saya seharusnya ada di sana, saya bekerja dengan tim-tim ini setiap hari. Mereka mengirim saya untuk bekerja di tempat lain hari ini," kata seorang penambang Polandia.

"Aku merasa ingin menangis," katanya kepada stasiun televisi.

OKD, yang menjalankan tambang, dikendalikan oleh negara Ceko dan mengharapkan untuk mengekstrak sekitar lima juta ton batu bara tahun ini.

Kecelakaan itu adalah yang paling serius di sebuah tambang Ceko sejak 1990 ketika 30 penambang tewas setelah pembakaran metana di tambang lain di Karvina.
(ian)
Berita Terkait
Negara-negara yang Termasuk...
Negara-negara yang Termasuk dalam Pakta Warsawa
Polandia Dituding Incar...
Polandia Dituding Incar Lebih Banyak Wilayah Negara Tetangga Ceko
Dendam Lama, 4 Negara...
Dendam Lama, 4 Negara ini Diketahui Sangat Membenci Rusia
Daftar 13 Negara Berkembang...
Daftar 13 Negara Berkembang yang Merupakan Anggota NATO
Republik Ceko, Polandia,...
Republik Ceko, Polandia, dan Bulgaria Tutup Wilayah Udara untuk Rusia
Sebar Hoaks Serangan...
Sebar Hoaks Serangan Racun, Ceko Usir Dua Diplomat Rusia
Berita Terkini
Pria Ini Ditusuk 15...
Pria Ini Ditusuk 15 Kali di Mal AS Hanya karena Beragama Islam
1 jam yang lalu
Anggota Politbiro Partai...
Anggota Politbiro Partai Komunis China Dipecat karena Korupsi Skala Besar dan Skandal Seks
2 jam yang lalu
Perang Iran Meluas,...
Perang Iran Meluas, AS Jual Senjata ke Arab Saudi dan Kuwait Total Rp36,2 Triliun
2 jam yang lalu
Profil Sheikh Hamad...
Profil Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, Sosok di Balik Lompatan Qatar dari Negara Gurun Menjadi Raksasa Kaya Dunia
3 jam yang lalu
Kronologi Venezuela...
Kronologi Venezuela Simpan 31 Ton Emas di Bank of England tapi Tak Bisa Diambil
4 jam yang lalu
AS Perluas Serangan...
AS Perluas Serangan terhadap Iran, Pengeboman 90 Menit Sebabkan Ledakan di Mana-mana
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved