Pentagon: Selama Ada Tentara AS, Serangan Udara di Suriah Jalan Terus
Jum'at, 21 Desember 2018 - 00:27 WIB
Pentagon: Selama Ada Tentara AS, Serangan Udara di Suriah Jalan Terus
A
A
A
WASHINGTON - Militer Amerika Serikat (AS) akan melanjutkan kampanye udara di Suriah setidaknya dalam jangka pendek. Demikian pernyataan Pentagon setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan kemenangan atas kelompok Negara Islam (IS).
Trump mengejutkan AS dan sekutu internasionalnya ketika ia mengumumkan bahwa semua pasukan Amerika akan ditarik dari Suriah. Ia tidak membahas kampanye udara, di mana AS dan negara-negara mitra termasuk Prancis serta Inggris telah menghabiskan bertahun-tahun menggedor target IS di seluruh negeri.
Juru bicara Pentagon Komandan Rebecca Rebarich mengatakan AS akan melanjutkan kampanye udara di Suriah selama tentara Amerika berada di Suriah. Tetapi dia tidak mengatakan kampanye udara akan berlanjut sesudahnya.
"Selama ada pasukan di darat, AS akan melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan kami," kata Rebarich seperti dilansir dari France24, Jumat (21/12/2018).
"Untuk pasukan pasca-AS di lapangan, kami tidak akan berspekulasi tentang operasi masa depan," imbuhnya.
Perang udara telah menjadi kunci operasi AS di Suriah, dengan pesawat tempur dan pesawat tak berawak menghantam target IS sejak 2014.
Menurut ringkasan serangan resmi terbaru, yang diterbitkan pada hari Rabu, koalisi pimpinan AS melakukan 208 serangan di Suriah pekan lalu.
Trump mengejutkan AS dan sekutu internasionalnya ketika ia mengumumkan bahwa semua pasukan Amerika akan ditarik dari Suriah. Ia tidak membahas kampanye udara, di mana AS dan negara-negara mitra termasuk Prancis serta Inggris telah menghabiskan bertahun-tahun menggedor target IS di seluruh negeri.
Juru bicara Pentagon Komandan Rebecca Rebarich mengatakan AS akan melanjutkan kampanye udara di Suriah selama tentara Amerika berada di Suriah. Tetapi dia tidak mengatakan kampanye udara akan berlanjut sesudahnya.
"Selama ada pasukan di darat, AS akan melakukan serangan udara untuk mendukung pasukan kami," kata Rebarich seperti dilansir dari France24, Jumat (21/12/2018).
"Untuk pasukan pasca-AS di lapangan, kami tidak akan berspekulasi tentang operasi masa depan," imbuhnya.
Perang udara telah menjadi kunci operasi AS di Suriah, dengan pesawat tempur dan pesawat tak berawak menghantam target IS sejak 2014.
Menurut ringkasan serangan resmi terbaru, yang diterbitkan pada hari Rabu, koalisi pimpinan AS melakukan 208 serangan di Suriah pekan lalu.
(ian)