Sanksi AS Tidak Akan Mengubah Kebijakan Iran

Minggu, 16 Desember 2018 - 09:08 WIB
Sanksi AS Tidak Akan...
Sanksi AS Tidak Akan Mengubah Kebijakan Iran
A A A
DOHA - Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif mengatakan, sanksi Amerika Serikat (AS) tidak akan berdampak pada kebijakan Teheran di dalam maupun di luar negeri.

"Jelas bahwa kami menghadapi tekanan oleh sanksi AS. Tetapi apakah itu akan menyebabkan perubahan dalam kebijakan? Saya dapat meyakinkan Anda bahwa itu tidak akan terjadi," kata Zarif pada konferensi kebijakan Forum Doha di Qatar.

"Jika ada seni yang telah kami sempurnakan di Iran dan dapat mengajarkan kepada orang lain dengan harga, itu adalah seni menghindari sanksi," tambahnya seperti dikutip dari AFP, Minggu (16/12/2018).

AS memberlakukan dua set sanksi terhadap Iran tahun ini, setelah sebelumnya secara sepihak menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dengan kekuatan global.

Membahas konflik Yaman, Zarif membantah Teheran pernah mempersenjatai pemberontak Houthi yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu.

"Kami tidak pernah memberikan senjata kepada Houthi," katanya ketika menantang senjata apa yang telah disediakan.

"Mereka memiliki senjata yang cukup, mereka tidak membutuhkan senjata dari Iran," ujar Zarif.

Dia mengatakan hanya ada dugaan bahwa Iran telah mengirim senjata ke Yaman, sedangkan ada fakta bahwa negara-negara lain yang telah mengirimkan senjata.

"Saya tidak perlu menunjukkan bukti apa pun tentang jet yang terbang di Yaman yang membom Yaman. Itu adalah jet buatan Amerika dan itu adalah pesawat tempur Saudi, saya kira, yang mengemudikan jet-jet itu," ujar Zarif.

"Jika ada tuduhan tentang senjata Iran, ada fakta-fakta tentang senjata AS, fakta-fakta tentang Saudi membom Yaman dengan menakutkan," tambahnya.

Saingan regional Iran, Arab Saudi, ikut campur dalam konflik Yaman pada 2015 sebagai bagian dari koalisi yang mendukung pemerintah.

Zarif mengatakan AS dan sekutunya Arab Saudi bertanggung jawab atas "mimpi buruk kemanusiaan" di Yaman yang dilanda perang. Dia juga menuduh Riyadh mencari "ketegangan" dengan Iran.

Zarif juga menyinggung pembunuhan wartawan Saudi Jamal Kashoggi, mengatakan Arab Saudi percaya tidak bisa lolos dari pembunuhan.

Khashoggi, orang dalam istana yang menjadi kritikus rezim, terbunuh tak lama setelah memasuki konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Presiden Iran Ebrahim...
Presiden Iran Ebrahim Raisi Tiba di AS, Demonstran Bikin Tiang Gantungan
Berita Terkini
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
13 menit yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
1 jam yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved