Mabes Polisi Australia Terkontaminasi Kokain, Para Perwira Ketakutan

Minggu, 16 Desember 2018 - 05:42 WIB
Mabes Polisi Australia...
Mabes Polisi Australia Terkontaminasi Kokain, Para Perwira Ketakutan
A A A
SYDNEY - Markas Besar (Mabes) Polisi Federal Australia (AFP) di Sydney terkontaminasi metamfetamin dan kokain dalam jumlah banyak. Kondisi itu membuat para perwira takut jika tes akan dinyatakan positif "menggunakan" narkoba.

Dua jenis narkoba ilegal yang mencemari Mabes Polisi Australia itu berasal dari laboratorium pengujian obat. Kedua zat tersebut tersedot dan disebarkan melalui sistem airconditioning (AC).

Sebuah laporan sedang dipersiapkan oleh penilai independen, tetapi para ahli laboratorium mengatakan setidaknya AFP terpaksa mengganti sistem AC di seluruh bangunan berlantai 11 tersebut.

Kontaminasi metamfetamin dan kokain itu ditemukan selama upgrade anti-teror besar-besaran yang dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan staf.

Aktivitas di kantor yang terkontaminasi narkoab itu segera dihentikan dan penilaian dilakukan lebih lanjut.

AFP bersikeras bahwa risiko paparan zat narkoba itu sangat rendah. Namun, AFP menyatakan banyak dari sekitar 1.000 lebih staf berada dalam "on-edge", takut bahwa mereka dinyatakan positif menggunakan narkoba jika dilakukan tes.

"Tidak ada anggota AFP Sydney, termasuk petugas forensik di area yang bersangkutan, telah mengembalikan hasil positif untuk narkotika ilegal dalam pengujian rutin dalam 12 bulan terakhir," klaim AFP melalui seorang juru bicara, yang dikutip Daily Telegraph, Minggu (16/12/2018).

“Ini sangat rendah sehingga tidak akan mendaftarkan pengujian rutin narkoba anggota AFP," lanjut kepolisian Australia.

"AFP sedang menunggu laporan akhir dari kontraktor independen, yang akan menentukan tingkat penuh kontaminasi. Tindakan lebih lanjut akan dilakukan tergantung pada hasil dari laporan itu."

Laporan itu sejatinya telah jatuh tempo pada 10 Desember, tetapi dikembalikan kepada penyelidik untuk mengumpulkan lebih banyak rincian.

Ketua Asosiasi AFP, Angela Smith, mengklaim tanggapan resmi terlalu lambat.

"Keamanan dan risiko anggota yang terkait dengan paparan obat-obatan terlarang adalah masalah nyata bagi kami. Tidak ada tingkat paparan yang tepat," kata perwira polisi perempuan tersebut.

“Kami akan mencari upaya dari AFP jika setiap anggota yang terpapar kembali tes, paparan ini dipertimbangkan selama penyelidikan internal," katanya.

"Kami mengharapkan AFP untuk segera menanggapi temuan dalam laporan independen," imbuh dia.

Sekadar ditehaui, beberapa ton obat-obatan terlarang melewati laboratorium pengujian narkoba Sydney setiap tahun dan secara rutin ditampilkan ke media.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
4 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
8 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
9 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
10 jam yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
11 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
12 jam yang lalu
Infografis
13 Perwira Jabat Kapolsek...
13 Perwira Jabat Kapolsek Baru di Jabodetabek
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved