Masker Wajah Kim Jong-un Picu Kontroversi di Korea Selatan

Jum'at, 14 Desember 2018 - 10:48 WIB
Masker Wajah Kim Jong-un...
Masker Wajah Kim Jong-un Picu Kontroversi di Korea Selatan
A A A
SEOUL - Sebuah perusahaan mode dan kosmetik Korea Selatan (Korsel) telah memicu kontroversi dengan produk masker wajah yang menampilkan Pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un. Perusahaan itu mengatakan telah menjual lebih dari 25.000 "masker kelembaban unifikasi nuklir" sejak Juni lalu.

Masker wajah yang disebut "masker nuklir" itu diproduksi oleh 5149, sebuah perusahaan fashion dan kosmetik Korsel. Mengusung slogan bergaya propaganda, perusahaan itu mengklaim masker mereka mengandung air mineral dari Gunung Paektu. Menurut mitologi Korea, gunung berapi yang sakral dan aktif itu adalah tempat kelahiran Dangun, pendiri kerajaan Korea pertama lebih dari 4.000 tahun yang lalu.

Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, kepala eksekutif 5149 Kwak Hyeon-ju mengatakan dia membuat masker itu untuk merayakan KTT Korea sekali dalam seumur hidup yang diadakan awal tahun ini.

Puluhan warga Korea telah memposting foto mereka sendiri di media sosial dengan masker yang dibanderol seharga 4.000 won atau sekitar Rp51 ribu.

Tetapi beberapa toko telah menarik mereka dari rak-rak mereka menyusul serangan balik dari media lokal. Selain itu muncul kekhawatiran atas legalitas masker tersebut.

"Secara pribadi, saya tidak suka barang dagangan mempromosikan agenda politik tertentu," Irene Kim, seorang ahli perawatan kulit Korsel, mengatakan kepada South China Morning Post.

"Beberapa tahun yang lalu, Korea Utara adalah ancaman terbesar bagi negara kita. Kim Jong-un dilihat sebagai diktator dan seorang tiran yang tidak akan berhenti untuk mengganggu perdamaian dunia, sekarang dia menjadi wajah topeng wajah populer," dia menambahkan seperti dikutip dari BBC, Jumat (14/12/2018).

Di Korsel sendiri membicarakan hal positif dari pemerintah Korut adalah tindakan ilegal, meskipun undang-undang itu jarang ditegakkan.

Baik Korut dan Korsel secara teknis masih berperang, tetapi para pemimpin dari kedua negara telah menghadiri pembicaraan tahun ini mengenai denuklirisasi.

Kim Jong-un telah memimpin Korut sejak kematian mantan diktator yang juga ayahnya, Kim Jong-il, pada tahun 2011.

Rezim komunis negara itu telah dikritik oleh PBB dan kelompok hak asasi manusia karena "pelanggaran HAM yang sistematis, meluas dan berat.
(ian)
Berita Terkait
Disaksikan Kim Jong...
Disaksikan Kim Jong Un, Begini Dahsyatnya Kekuatan Artileri Militer Korea Utara
Adik Kim Jong-un Kirim...
Adik Kim Jong-un Kirim Ancaman ke Korsel
Kim Jong-un Hentikan...
Kim Jong-un Hentikan Rencana Aksi Militer Terhadap Korea Selatan
Kim Jong-un: Korea Utara...
Kim Jong-un: Korea Utara Harus Siap Menduduki Korea Selatan
Kim Jong Un Cek Pabrik...
Kim Jong Un Cek Pabrik Militer Korut, Ada Rudal Taktis
Kim Jong Un Nongkrong...
Kim Jong Un Nongkrong di Tepi Sawah, Pantau Kawasan Terhantam Topan
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
1 jam yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
2 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
2 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
3 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
3 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
4 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan...
Kim Jong-un: Korut Lanjutkan Pengembangan Senjata Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved