PM Prancis Serukan Persatuan

Senin, 10 Desember 2018 - 10:01 WIB
PM Prancis Serukan Persatuan
PM Prancis Serukan Persatuan
A A A
PARIS - Perdana Menteri (PM) Prancis Edouard Philippe berjanji akan ”merestorasi persatuan nasional” setelah demonstrasi yang berlangsung ricuh keempat kalinya pada akhir tahun ini.

Polisi melepaskan tembakan gas air mata dan peluru karet ke arah demonstrasi pada Sabtu (8/12) ketika gerakan ”rompi kuning” menentang kenaikan harga bahan bakar minyak dan tingginya biaya hidup.

Lebih dari 1.700 demonstran ditangkap karena melakukan kekerasan dan penjarahan toko. Sekitar 125.000 orang berunjuk rasa di seluruh Prancis. Polisi menerjunkan 90.000 petugas, termasuk 8.000 petugas keamanan di Paris dengan 12 kendaraan tempur ikut diterjunkan. Di Paris, 10.000 pengunjuk rasa berdemonstrasi dan sebagian besar bertindak anarkis. ”Diskusi dengan demonstran damai harus dilanjutkan,” kata Philippe,dilansir BBC.

”Tidak seharusnya ada pajak yang mengganggu persatuan nasional kita. Kita harus membangun ulang persatuan nasional melalui dialog, bekerja, dan dilaksanakan bersama-sama,” ujarnya.

Philippe menegaskan, Presiden Prancis Emmanuel Macron yang diminta para demonstran mengundurkan diri menegaskan komitmennya untuk melaksanakan dialog. Macron juga akan memberikan pengumuman besar dalam beberapa hari ke depan berkaitan dengan demonstrasi yang berlangsung ricuh. Itu menjawab kritikan pedas dari publik karena Macron tidak tampil ke publik di tengah situasi krisis.

”Presiden Republik Prancis akan membuat pengumuman penting,” kata juru bicara Pemerintah Prancis Benjamin Griveaux kepada stasiun televisi LCI dilansir Reuters, kemarin.

Sayangnya, dia tidak memberikan informasi detail. ”Bagaimanapun tidak semua masalah demonstran ”rompi kuning” tidak diselesaikan dengan tongkat sihir,” katanya.

Menyusul kerusuhan pekan lalu, pemerintah menawarkan sejumlah konsesi untuk menurunkan ketegangan publik dengan membatalkan kenaikan harga bahan bakar yang direncanakan Januari mendatang. Penasihat senior Macron sebelum menyatakan Presiden Macron akan berpidato pada awal pekan ini.

Upaya membatalkan kenaikan bahan bakar ternyata tidak menghentikan langkah gerakan ”rompi kuning” untuk berdemonstrasi. Mereka terus menuntut menurunkan pajak, meningkatkan gaji minimum, dan memberikan keuntungan pensiun yang lebih baik. Dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi BFM, Griveaux menuturkan, Presiden Macron akan berpidato pada awal pekan ini.

”Ketika kamu melihat tingkat demonstrasi, sangat jelas kita membutuhkan perubahan metode. Tidak mungkin berarti kita akan membuat pengumuman yang fundamental,” katanya.

Semenara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Christophe Castaner memuji langkah polisi yang menerjunkan pasukan dalam jumlah banyak sehingga bisa membendung aksi demonstrasi. Pada Sabtu malam, Macron berterima kasih pada pasukan keamanan yang berani dan bertindak profesional.

Namun, banyak demonstran mengungkapkan mereka mengalami luka tembak peluru karet di wajah. Tiga jurnalis dan fotografer juga terkena luka tembak peluru karet. Castaner menyatakan 17 petugas kepolisian juga dilaporkan terluka. Strategi penambahan jumlah petugas keamanan saat demonstrasi itu bisa dikatakan sukses.

”Eskalasi kekerasan berhasil dihentikan dan tidak menyebar,” kata Castaner. Aksi rusuh bukan hanya terjadi di Paris. Kota lain di Prancis, seperti Bordeaux, Lyon, Toulouse, dan kota lainnya, juga diwarnai kerusuhan. ”Situasi kini sudah terkendali,” kata Castaner. Selama beberapa pekan lalu, gerakan di media sosial ramai memperbincangkan isu kenaikan harga bahan minyak. Selain itu, isu tentang keadilan ekonomi dan pemerintah yang tidak berpihak ke rakyat menjadi perhatian utama.

Sebagian publik Prancis sudah mengalami frustrasi ekonomi dan ketidakpercayaan politik. Jajak pendapat terbaru yang dirilis pada Jumat (7/12), dukungan publik Prancis terhadap aksi demonstrasi meningkat menjadi 66%. Sedangkan popularitas Macron turun hingga 23%.
(Andika Hendra)
(nfl)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
12 menit yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
58 menit yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
1 jam yang lalu
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
1 jam yang lalu
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
2 jam yang lalu
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
2 jam yang lalu
Infografis
10 Alasan Revolusi Prancis...
10 Alasan Revolusi Prancis Jadi Simbol Perlawanan Rakyat terhadap Tirani dan Ketidakadilan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved