China Ancam Kanada: Bebaskan Bos Huawei atau Terima Konsekuensi

Minggu, 09 Desember 2018 - 08:26 WIB
China Ancam Kanada:...
China Ancam Kanada: Bebaskan Bos Huawei atau Terima Konsekuensi
A A A
BEIJING - Pemerintah China mengancam Kanada jika tidak segera membebaskan kepala keuangan perusahaan telekomunikasi Huawei Technologies Co Ltd's, Meng Wanzhou. Menurut Beijing, ada konsekuensi serius yang diterima Ottawa jika bos perempuan itu tak dibebaskan.

Meng ditangkap aparat keamanan di Kanada setelah perusahaannya dituduh mencoba menyelundupkan telepon ke Iran yang sedang terkena embargo internasional. Menurut laporan media Kanada, penangkapan itu atas permintaan Amerika Serikat (AS) yang saat ini sedang terlibat perang dagang dengan China.

"China sangat mendesak pihak Kanada untuk segera membebaskan orang yang ditahan, dan dengan sungguh-sungguh melindungi haknya yang sah, jika tidak Kanada harus menerima tanggung jawab penuh atas konsekuensi serius yang ditimbulkan," kata Wakil Menteri Luar Negeri Le Yucheng pada hari Sabtu, seperti dikutip Reuters, Minggu (9/12/2018).

Duta besar Kanada di Beijing telah dipanggil Kementerian Luar Negeri China sebagai bagian dari protes keras atas penahanan Meng Wanzhou pada tanggal 1 Desember.

Bos keuangan Huawei itu ditangkap saat berganti pesawat di Vancouver dan akan diekstradisi ke Amerika Serikat. Washington menuduh bahwa dia menutupi skandal perusahaan Huawei yang mencoba menjual peralatan ke Iran meski negara para Mullah itu sedang terkena sanksi internasional.

Le mengatakan, penahanan Meng adalah pelanggaran serius terhadap haknya."Karena mengabaikan hukum, tidak masuk akal, dan sangat jahat," ujarnya.

Menurut pengadilan Kanada, jika diekstradisi ke AS, Meng akan menghadapi tuduhan konspirasi untuk menipu berbagai lembaga keuangan. Dia terancam hukuman maksimal 30 tahun penjara untuk setiap dakwaan.

Huawei telah membantah melakukan kesalahan. Perusahaan itu bersikeras bahwa mereka mematuhi semua hukum dan peraturan di mana perusahaan beroperasi, termasuk kontrol ekspor dan sanksi PBB, AS, dan Uni Eropa.
(mas)
Berita Terkait
China: AS Menciptakan...
China: AS Menciptakan Diplomasi Sandera
Lebih dari 2 Tahun Ditahan,...
Lebih dari 2 Tahun Ditahan, Kanada Akhirnya Bebaskan Bos Huawei Meng Wanzhou
Warga Kanada Minta PM...
Warga Kanada Minta PM Trudeau Bersikap Lebih Keras pada China
Keroyok China, Delapan...
Keroyok China, Delapan Negara Bentuk Aliansi Baru
10 Negara Terluas di...
10 Negara Terluas di Dunia, Adakah Indonesia?
Kanada Balas Serangan...
Kanada Balas Serangan Tarif Trump, Pungut 25% Barang Impor dari AS
Berita Terkini
Mata-matai Para Pemimpin...
Mata-matai Para Pemimpin Rusia, Swedia Dirikan Biro Intelijen seperti MI6
32 menit yang lalu
Menghilang 27 Tahun,...
'Menghilang' 27 Tahun, Kapal Perang Nuklir 28.000 Ton Rusia Bersiap untuk Tempur Lagi
1 jam yang lalu
Komandan CENTCOM Klaim...
Komandan CENTCOM Klaim Serangan AS di sekitar Hormuz Tidak Efektif, kecuali Perang Besar-besaran
1 jam yang lalu
Penembakan Massal Guncang...
Penembakan Massal Guncang Festival Makanan AS, 3 Orang Tewas, 4 Luka
2 jam yang lalu
Kolombia Gempar, Wanita...
Kolombia Gempar, Wanita Hamil 8 Bulan Dibunuh dan Si Bayi Diculik dari Rahimnya
2 jam yang lalu
Indonesia Cs Serukan...
Indonesia Cs Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Bodoh dan Tolol!
3 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved