Jatuh Cinta pada Tentara IDF, Aktivis Boikot Jadi Pendukung Israel

Senin, 03 Desember 2018 - 09:12 WIB
Jatuh Cinta pada Tentara...
Jatuh Cinta pada Tentara IDF, Aktivis Boikot Jadi Pendukung Israel
A A A
TEL AVIV - Seorang aktivis gerakan Boycott Divestment and Sanctions (BDS) asal Amerika Serikat (AS) berubah menjadi pendukung Israel setelah dia jatuh cinta pada tentara perempuan Pasukan Pertahanan Israel (IDF). Padahal, gerakan itu selama ini pro-Palestina dengan memboikot rezim Zionis dan produk-produknya.

Aktivis bernama Jess Belding tidak mampu "memboikot" perasaannya terhadap tentara perempuan IDF bernama Ronnie Zidon. Pasangan itu kini tinggal di Israel dan berharap bisa segera menikah.

Kisah cinta mereka dimulai setelah Belding, seorang mahasiswa Amerika di Yale University, mulai berkorespondensi dengan Zidon.

Sekadar diketahui, BDF adalah kampanye global untuk mengakhiri pendudukan Israel atas tanah Palestina melalui boikot barang dan jasa Israel, divestasi dana dan sanksi.

Meskipun memiliki pandangan politik yang sangat berbeda, kedua wanita muda ini terikat atas kekaguman mereka terhadap band pop One Direction.

Ketika perang di Gaza pecah antara Hamas dan Israel pada tahun 2014, Zidon mengirim foto ke Belding yang menunjukkan ibunya meringkuk di tempat perlindungan bom. Menurut Belding, sejak itu dia mulai mempertanyakan dukungannya untuk BDS.

Dia mengatakan kepada Ynet yang dikutip Senin (3/12/2018), bahwa dia mulai merasakan "rasa sakit dari pihak Israel", dan akhirnya membalikkan opini anti-Israel menjadi seorang Zionisme.

Dua tahun kemudian Belding pindah ke Israel dan mengadopsi nama Ibrani "Maayan", serta jadi penganut Yudaisme. Pasangan itu berencana menikah pada musim panas mendatang.

Sejak dimulai tahun 2005 di Palestina, gerakan BDS telah menyebar ke seluruh dunia. Gerekan itu mendapatkan dukungan tidak hanya dari masyarakat, tetapi juga kalangan bisnis dan beberapa pemerintah.

Setelah mendorong beberapa perusahaan seperti Airbnb dan HP hengkang dari program pemukiman Yahudi, gerakan BDS dianggap sebagai ancaman eksistensial oleh otoritas Israel.

Para pemimpin kelompok BDS yang berasal dari Prancis, Italia, Chili, dan negara-negara lain telah dilarang masuk ke Israel. Namun para aktivis mengatakan bahwa mereka tidak akan menyerah pada ancaman apa pun sampai penarikan pasukan Israel dari wilayah Palestina yang diduduki.

Gerakan itu juga menyuarakan kesetaraan penuh untuk warga Arab-Palestina di Israel dan memberikan hak atas kembalinya para pengungsi Palestina.

Kekerasan antara Israel dan Palestina telah meningkat tahun ini, dengan lebih dari 170 orang Palestina tewas oleh tembakan IDF dalam protes perbatasan Gaza-Israel. Protes mingguan itu sampai kini belum diakhiri.
(mas)
Berita Terkait
Alasan Amerika Serikat...
Alasan Amerika Serikat Tak Mengakui Palestina sebagai Negara Merdeka
Amerika Serikat Desak...
Amerika Serikat Desak Pemimpin Palestina Diganti, PLO Tak Terima
Gerakan Pro-Palestina...
Gerakan Pro-Palestina Meletus di Kampus-kampus Amerika Serikat
3 Alasan Donald Trump...
3 Alasan Donald Trump Mengusir Para Simpatisan Palestina dari Amerika Serikat
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
5 Sosok Donatur Hamas...
5 Sosok Donatur Hamas yang Paling Diburu Amerika Serikat
Berita Terkini
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
27 menit yang lalu
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
1 jam yang lalu
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
2 jam yang lalu
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
2 jam yang lalu
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
3 jam yang lalu
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
3 jam yang lalu
Infografis
Sudaryono, Anak Petani...
Sudaryono, Anak Petani Grobogan yang Dipercaya Jadi Ketua BGN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved