Pembunuhan Khashoggi, Kanada Jatuhkan Sanksi pada 17 Warga Saudi

Jum'at, 30 November 2018 - 01:25 WIB
Pembunuhan Khashoggi,...
Pembunuhan Khashoggi, Kanada Jatuhkan Sanksi pada 17 Warga Saudi
A A A
OTTAWA - Pemerintah Kanada menjatuhkan sanksi terhadap 17 warga Arab Saudi yang dituduh terkait dengan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Khashoggi dibunuh 2 Oktober lalu di Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Penilaian CIA yang bocor ke media menyatakan pembunuhan itu dilakukan oleh agen pemerintah Saudi dan diperintahkan oleh Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS). Namun, pemerintah Saudi dan para pejabat Trump membantah keterlibatan MBS.

Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland mengatakan pada hari Kamis bahwa sanksi ditujukan terhadap orang-orang bertanggung jawab atau terlibat dalam kematian Khashoggi. Orang-orang yang terkena dampak sanksi tidak akan dapat masuk ke Kanada dan kepemilikan aset mereka di negara itu dibekukan.

Berbicara dengan wartawan di Buenos Aires, Freeland mengatakan Kanada memiliki tanggung jawab untuk bereaksi atas pembunuhan jurnalis Saudi yang mengkritik rezim Riyadh tersebut. Dia menyebut pembunuhan terhadap Khashoggi sebagai tindakan "keji" dan "direncanakan".

Dia mengatakan sampai saat ini, penjelasan Arab Saudi tidak memiliki konsistensi dan kredibilitas.

"Pembunuhan Jamal Khashoggi adalah menjijikkan dan merepresentasikan serangan tanpa belas kasihan terhadap kebebasan berekspresi dan kebebasan pers," katanya, seperti dikutip dari CTV News, Jumat (30/11/2018).

“Kami terus menyerukan penyelidikan internasional yang kredibel dan independen. Kasus ini tidak ditutup. Mereka yang bertanggung jawab atas kematian Khashoggi harus dimintai pertanggungjawaban dan harus menghadapi pengadilan," ujarnya.

Freeland mengatakan Kanada saat ini sedang meninjau penjualan kendaraan lapis baja ringan ke Arab Saudi. Lantaran peninjauan itu sedang berlangsung, tidak ada izin senjata baru yang diekspor ke Riyadh.

Dia tidak yakin apakah pertemuan tatap muka antara pejabat Kanada dengan MBS akan berlangsung selama KTT G20.

Freeland mengatakan bahwa pejabat keamanan Kanada telah melakukan kontak langsung dengan Turki mengenai penyelidikannya. Informasi itu telah dibagikan, dan direktur CSIS (Canadian Security Intelligence Service) telah berkunjung ke Turki.

“Kami percaya bahwa dalam menunjuk nama orang dan menyatakan dalam pandangan Pemerintah Kanada bahwa seseorang bertanggung jawab atas sesuatu yang sangat serius dan menjijikkan, sangat penting untuk mengumpulkan semua fakta. Sangat penting untuk bertindak dan berbicara hanya atas dasar kepastian nyata," katanya.

“Ini bukan langkah yang kami anggap enteng. Tidak ada tuduhan yang bisa Anda buat," ujarnya.

Berikut daftar 17 warga Saudi yang disetujui oleh Kanada untuk dijatuhi sanksi;
  1. Mansour Othman Abahussain (lahir 10 atau 11 Agustus 1972)
  2. Naif Hassan Alarifi (lahir 28 Februari 1986)
  3. Fahad Shabib Albalawi (lahir 24 Januari 1985)
  4. Meshal Saad Albostani (lahir 27 Maret 1987)
  5. Thaar Ghaleb Alharbi (lahir 1 Agustus 1979)
  6. Abdulaziz Mohammed Alhawsawi (lahir 20 Juli 1987)
  7. Mustafa Mohammed Almadani (lahir 8 Desember 1961)
  8. Badr Lafi Alotaibi (lahir 6 Juli 1973)
  9. Khalid Aedh Alotaibi (lahir 28 Juni 1988)
  10. Mohammad Alotaibi (lahir 6 November 1964)
  11. Saif Saad Alqahtani (lahir 1973)
  12. Saud Alqahtani (lahir 7 Juli 1978)
  13. Turki Muserref Alsehri (lahir 1982)
  14. Waleed Abdullah Alsehri (lahir 5 November 1980)
  15. Mohammed Saad Alzahrani (lahir 8 Maret 1988)
  16. Maher Abdulaziz Mutreb (lahir 23 Mei 1971)
  17. Salah Mohammed Tubaigy (lahir 20 Agustus 1971)
Saud Alqahtani dianggap sebagai teman dan penasihat dekat MBS. Dia dipecat setelah kematian Khashoggi. Dia diyakini menjadi salah satu dari dua orang yang merencanakan dan memerintahkan pembunuhan itu, bersama dengan mantan wakil kepala intelijen Saudi Ahmed al-Assiri, yang tidak ditargetkan oleh sanksi Kanada.

Putra Mahkota MBS juga tidak ditargetkan oleh sanksi Kanada. Dia diperkirakan akan hadir akhir pekan ini ketika KTT G20 dimulai di Argentina. Meskipun KTT berfokus pada ekonomi global, analis mengatakan forum itu menjadi kesempatan bagi MBS untuk menerima pushback di panggung internasional.

"Pada malam G20, saya pikir itu mengirim sinyal yang tepat untuk mengatakan bahwa normalisasi MohamMed bin Salman tidak akan diterima," kata Bessma Momani, seorang peneliti senior di Centre for International Governance and Innovation, kepada CTV News.

Momani mengatakan pemimpin de facto Saudi itu akan menerima bahu dingin di puncak KTT G20 dari para pejabat seperti dari Kanada, Prancis dan Inggris.

“Mereka tidak tertarik untuk terlihat menjabat tangannya, tetapi jangan menipu diri sendiri. Akan ada banyak pemerintah dan pemimpin, pikirkan saja (Presiden Rusia Vladimir) Putin atau (pemimpin) China, dan bahkan (Presiden AS) Donald Trump, yang lebih tertarik untuk membuat kesepakatan bisnis yang menguntungkan dengan Saudi daripada berdiri di sisi kanan sejarah dengan menghormati argumen moral," katanya.
(mas)
Berita Terkait
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Mengurai Pertemanan...
Mengurai Pertemanan Dekat Jamal Khashoggi dengan Osama bin Laden
Tunangan Khashoggi Desak...
Tunangan Khashoggi Desak Putra Mahkota Saudi Segera Dihukum
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Buka Wilayah Udara ke Israel dengan Imbalan Akses Pegasus
AS: Pangeran Saudi Mohammed...
AS: Pangeran Saudi Mohammed bin Salman Kebal Gugatan Kasus Pembunuhan Khashoggi
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Berita Terkini
Kapal Tanker Ketiga...
Kapal Tanker Ketiga Pembawa Minyak Iran Keluar dari Garis Blokade AS
1 jam yang lalu
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon Selatan Meski Ada Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
2 jam yang lalu
Media Asing Soroti Aksi...
Media Asing Soroti Aksi Demo Mahasiswa terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia
3 jam yang lalu
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
4 jam yang lalu
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
4 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Tangguhkan...
Arab Saudi Tangguhkan Visa Warga 14 Negara Termasuk Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved