Sekjen PBB: Solusi Dua Negara Satu-satunya Pilihan bagi Palestina

Kamis, 29 November 2018 - 14:00 WIB
Sekjen PBB: Solusi Dua...
Sekjen PBB: Solusi Dua Negara Satu-satunya Pilihan bagi Palestina
A A A
NEW YORK - Solusi dua negara di mana Israel dan Palestina hidup berdampingan karena masing-masing negara berdaulat masih satu-satunya pilihan untuk perdamaian abadi. Hal itu ditegaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres, menandai Hari Solidaritas Internasional dengan Rakyat Palestina.

Majelis PBB telah mengadopsi Resolusi 181 tentang pembagian Palestina pada tahun 1947, tetapi negara yang merdeka dan berdaulat belum terealisasi. Guterres pun menyerukan kepada para pemimpin Palestina dan Israel untuk memulihkan kepercayaan pada janji Resolusi 181.

"Dua negara yang hidup berdampingan dalam perdamaian dan keamanan, memenuhi aspirasi nasional yang sah dari kedua bangsa, dengan perbatasan berdasarkan garis 1967 dan Yerusalem sebagai ibu kota kedua negara - Yerusalem Timur menjadi ibu kota negara Palestina,” kata Guterres.

"Ini adalah satu-satunya cara untuk mencapai hak asasi rakyat Palestina yang tak dapat dicabut," imbuhnya seperti dikutip dari laman PBB, Kamis (29/11/2018).

Sementara itu Presiden Majelis Umum PBB, Maria Fernanda Espinosa menyoroti peran Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam proses perdamaian.

Dia mengingatkan komite dan yang lain yang hadir dalam tema sesi ke-73 Majelis Umum: "Membuat Perserikatan Bangsa-Bangsa Relevan dengan Semua."

"Saya ingin menekankan hal ini, 'relevan untuk semua,'" katanya.

“Solidaritas kami dengan rakyat Palestina tidak boleh berakar hanya karena simpati. Layak seperti itu, rakyat Palestina berhak atas lebih dari itu,” ujarnya.

Espinosa mengatakan bagian dari janji PBB untuk tidak meninggalkan siapa pun di belakang.

"Itu berarti melakukan segala sesuatu dalam kekuatan kami untuk mengakhiri mimpi buruk mereka saat ini," jelasnya.

"Itu tidak cukup untuk mengadvokasi atas nama rakyat Palestina, jika kita tidak menggunakan kemauan politik yang diperlukan untuk membuat penghitungan berdiri," tegasnya.

Berseru kepada para pemimpin dunia, Espinosa menyatakan perlunya tanggapan segera terhadap krisis kemanusiaan yang sudah berlangsung lama dan kompleks yang timbul dari dekade-dekade konflik dan ketidakpercayaan.

"Keadaan orang-orang Palestina tetap menjadi luka di hati nurani kolektif kami," katanya.

"Dan kita semua memiliki tanggung jawab untuk menekan urgensi perlunya resolusi yang cepat," tukasnya.
(ian)
Berita Terkait
Serangan Israel Hantam...
Serangan Israel Hantam Masjid di Kota Rafah, Gaza Selatan, 5 Tewas
Serangan Israel Tewaskan...
Serangan Israel Tewaskan 221 Warga Palestina
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin...
Respon PBNU Usai 5 Nahdliyin Temui Presiden Israel, Singgung Pemecatan
60 Warga Palestina yang...
60 Warga Palestina yang Ditahan Israel Mengaku Disiksa
Gempuran Udara Israel...
Gempuran Udara Israel Tewaskan Ribuan Unggas di Jalur Gaza
3 Senjata Israel yang...
3 Senjata Israel yang Dipakai Membunuh Rakyat Palestina
Berita Terkini
Iran Kritik Oman soal...
Iran Kritik Oman soal Pengumuman Koridor Pelayaran Selatan di Selat Hormuz
3 jam yang lalu
Israel Akui Hamas Pertahankan...
Israel Akui Hamas Pertahankan Sebagian Besar Kekuatan Militernya Meskipun Perang
4 jam yang lalu
Iran Tak Punya Rencana...
Iran Tak Punya Rencana Negosiasi dan akan Terus Balas Serangan AS
6 jam yang lalu
Bom AS Meledak di Dekat...
Bom AS Meledak di Dekat Rumah Sakit Kanker Iran, 211 Pasien Mengungsi
7 jam yang lalu
Wapres AS Vance Tuding...
Wapres AS Vance Tuding Para Pejabat Israel Berusaha Perpanjang Perang Iran: Pergi ke Neraka
8 jam yang lalu
Apa Arti Las Malvinas...
Apa Arti 'Las Malvinas Son Argentinas'? Slogan yang Dikibarkan Timnas Argentina Ternyata Menyimpan Luka Sejarah 200 Tahun
9 jam yang lalu
Infografis
Akankah Pengakuan Negara...
Akankah Pengakuan Negara Palestina Hentikan Perang Gaza?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved