Tertangkap Hendak ke Malaysia, 93 Rohingya Kembali ke Kamp Pengungsi

Rabu, 28 November 2018 - 16:26 WIB
Tertangkap Hendak ke...
Tertangkap Hendak ke Malaysia, 93 Rohingya Kembali ke Kamp Pengungsi
A A A
YANGON - Hampir 100 Muslim Rohingya dipaksa kembali ke negara bagian Rakhine, Myanmar, setelah tertangkap dalam perjalanan ke Malaysia melalui jalur laut, Selasa, kemarin. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan krisis terbaru manusia perahu pengungsi Rohingya.

Baca: Myanmar Tangkap Kapal Angkut 93 Pengungsi Rohingya

Tiga kapal yang membawa pengungsi Rohingya kini telah disita dan dikembalikan ke Rakhine selama dua minggu terakhir. Semua pengungsi yang ada di kapal itu dikembalikan ke kamp-kamp di sekitar Ibu Kota Sittwe di bagian tengah negara bagian itu. Kota itu adalah tempat lebih dari 120 ribu orang dikurung sejak kekersan komunal pecah pada 2012.

Sebuah foto di media lokal menunjukkan para pengungsi itu berkerumun di dek di bawah terik matahari. Adegan ini mengingatkan pada krisis manusia perahu pengungsi Rohingya pada tahun 2015 lalu. Saat itu tidak terhitung jumlah pengungsi Rohingya ditinggalkan oleh penyelundup di Laut Andaman setelah pihak berwenang menutup rute perdagangan.

Mereka menuju Malaysia ketika dihentikan oleh petugas angkatan laut pada Minggu malam di luar kota Dawei, kata Mayor Polisi Min Lwin.

"Mereka semua dikirim kembali ke Sittwe dengan kapal angkatan laut semalam," katanya, seperti dikutip dari Channel News Asia, Rabu (28/11/2018).

Ia menambahkan bahwa kelompok itu, dua pertiga di antaranya berusia di bawah 18 tahun, akan tiba pada Kamis atau Jumat.

Kesulitan Muslim Rohingya mendekam di bagian tengah negara itu telah dibayangi oleh eksodus massal lebih dari 720.000 Rohingya dari utara Rakhine pada tahun lalu.

Para pengungsi itu melarikan diri melintasi perbatasan ke Bangladesh untuk menghindari penumpasan militer yang brutal.

Para penyelidik PBB menginginkan jenderal-jenderal penting Myanmar dituntut karena genosida atas tindakan keras itu, tetapi Myanmar mengatakan pihaknya membela diri terhadap militan Rohingya.

Sekitar 10 kapal, membawa total beberapa ratus orang, telah meninggalkan kamp di pusat Rakhine sejak pertengahan Oktober, kata Direktur Proyek Arakan, Chris Lewa, yang kelompoknya memantau pelanggaran terhadap Rohingya.

"Saya khawatir tentang Bangladesh. Penjaga perbatasan mengatakan mereka tidak akan membiarkan orang pergi tetapi jika orang-orang melakukannya maka jumlahnya akan jauh lebih besar," katanya.

Rasa putus asa di kamp-kamp pengungsi di seberang perbatasan juga semakin bertambah.

Kesepakatan repatriasi telah terhenti, dengan etnis Rohingya menolak untuk pulang sampai keamanan dan hak mereka dijamin.

Minoritas tanpa kewarganegaraan itu ditolak kewarganegaraannya oleh Myanmar dan menghadapi pembatasan ketat terhadap gerakan serta kurangnya akses untuk pekerjaan, kesehatan dan sekolah dalam apa yang Amnesty International katakan mirip apartheid.

Seorang pemimpin kamp mengatakan kepada AFP dengan syarat anonimitas bahwa mereka mencoba menjelaskan kepada orang-orang tentang bahaya pergi dengan perahu tetapi banyak yang terlalu putus asa untuk mendengarkan.

"Kami kehilangan harapan," katanya. "Tidak ada yang berubah dalam enam tahun terakhir," ujarnya.
(ian)
Berita Terkait
Negara Kecil Ini Ingin...
Negara Kecil Ini Ingin Myanmar Dihukum atas Genosida Etnis Muslim Rohingya
Sebut Tentaranya Diancam,...
Sebut Tentaranya Diancam, Myanmar Bantah Pengakuan Kekejaman Rohingya
Pengakuan Tentara Myanmar...
Pengakuan Tentara Myanmar Soal Pembantaian Rohingya: Bunuh Mereka Semua
Pendekatan Rasional...
Pendekatan Rasional terhadap Krisis Rohingya
Agama Warga Negara Bagian...
Agama Warga Negara Bagian Rakhine Myanmar dan Persentasenya
Myanmar: Sebagian Besar...
Myanmar: Sebagian Besar TPS di Rakhine Tutup pada Pemilu November
Berita Terkini
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
5 menit yang lalu
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
45 menit yang lalu
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
1 jam yang lalu
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
10 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
11 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
12 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved