Zhang Yiming, Sosok Miliarder Pendiri Kerajaan Digital Tiktok

Selasa, 27 November 2018 - 11:31 WIB
Zhang Yiming, Sosok...
Zhang Yiming, Sosok Miliarder Pendiri Kerajaan Digital Tiktok
A A A
ZHANG Yiming bisa disebut miliarder yang paling tidak dikenal. Lewat aplikasi Taotiao, dia sudah menjadi miliarder dalam usia muda. Namun, Zhang punya ambisi lebih besar.

Perusahaannya, Byte Dance, menjelma menjadi raksasa teknologi dunia hanya dalam enam tahun, mengantar kekayaan bersihnya mencapai USD4 miliar pada usia 35 tahun.

Orang-orang terdekat Zhang menyebut bahwa dia tidak sedang membuat aplikasi, tetapi membuat kerajaan digital. ByteDance bukan hanya perusahaan aplikasi yang mengandalkan iklan untuk mencari pendapat, melainkan juga perusahaan yang memanfaatkan AI pada layanan konten untuk membangun pengalaman pengguna yang luar biasa.

“Jinri Toutiao memiliki sumber daya komputasi dan penyimpanan yang sangat besar. Kami memiliki lebih dari 50 Petabyte (PB) kapasitas pemrosesan data harian dan penyimpanan data kami lebih besar dari 1.500 PB.

Infrastruktur adalah kunci untuk mendukung pengembangan aplikasi,” kata Vice President ByteDance Yang Zhenyuan. Hal yang paling luar biasa tentang Zhang Yiming adalah dia tidak mengiba pada raksasa Tiongkok lainnya, seperti Tencent atau Alibaba, sebagai sumber pendanaan.

Sebaliknya, ByteDance tidak hanya memiliki karakter sendiri, tetapi juga menantang perusahaan-perusahaan yang lebih tua. Jika pengguna aktif bulanan Douyin atau TikTok melampaui 300 juta, bisa dibilang TikTok adalah adik dari Instagram dengan basis pengguna Asia dan lebih muda.

Aplikasi apa pun yang diproduksi ByteDance sekarang hampir dijamin berhasil. ByteDance mampu menciptakan pengalaman digital yang luar biasa dengan caranya sendiri sehingga bisa bersaing dengan WeChat dalam pembayaran, kecakapan bisnis, dan komunikasi di China.

ByteDance dan Zhang sebagai pendirinya acap disalahpahami dan tidak dikenal di Barat. Padahal, ByteDance bukan hanya startup media yang paling cepat berkembang, melainkan juga mengaplikasikan kecerdasan buatan dalam setiap muara kontennya, bahkan disebut-sebut yang terbaik di dunia.

Zhang Yiming dianggap mencapai apa yang Mark Zuckerberg tidak pernah bisa dalam jangka waktu yang jauh lebih singkat. Facebook memiliki lebih dari dua kali lipat masa hidup ByteDance. Namun, dengan terlalu fokus pada iklan, Facebook seolah kehilangan kemampuan untuk mengikuti masa depan.

Fitur video mikro (berdurasi pendek) andalan ByteDance sudah jauh lebih baik daripada yang dilakukan Facebook. Bagaimana TikTok menyajikan cerita juga dianggap lebih baik daripada Instagram. Sebab, di TikTok ada AI untuk memersonalisasi apa yang diinginkan pengguna.

Itulah yang menjadi fokus Zhang di ByteDance, menarget ketertarikan pengguna dengan AI sehingga mampu memberikan pengalaman yang berkualitas. Dengan cara inilah mereka mampu melaju ke pasar global.
(don)
Berita Terkait
Profil Hamzah Sulaiman,...
Profil Hamzah Sulaiman, Pemilik House of Raminten yang Meninggal di Usia 75 Tahun
Tokoh Buruh Indonesia...
Tokoh Buruh Indonesia Muchtar Pakpahan Dikabarkan Meninggal Dunia
Pimpinan Ponpes Asshiddiqiyah...
Pimpinan Ponpes Asshiddiqiyah KH Noer Muhammad Iskandar Wafat
Budayawan Radhar Panca...
Budayawan Radhar Panca Dahana Meninggal Dunia
Arifin Panigoro Meninggal...
Arifin Panigoro Meninggal Dunia di AS
Fatima al-Fihri, Penggagas...
Fatima al-Fihri, Penggagas Pertama Terbentuknya Universitas
Berita Terkini
Iran Serang Pesawat...
Iran Serang Pesawat F-18 AS di Pangkalan Azraq Yordania
52 menit yang lalu
Operasi Siber China...
Operasi Siber China Diduga Targetkan Uyghur, Tibet, Hong Kong, dan Taiwan
1 jam yang lalu
Blokade Angkatan Laut...
Blokade Angkatan Laut AS terhadap Iran Dimulai Lagi, Kerahkan Lebih Banyak Kekuatan Militer
1 jam yang lalu
Taktik Trump Sering...
Taktik Trump Sering Menjiplak Musuh-musuhnya, dari Blokade Laut hingga Tarif Selat Hormuz
2 jam yang lalu
Diejek Habis-habisan,...
Diejek Habis-habisan, Trump akan Ganti Biaya Kargo Selat Hormuz 20% dengan Kesepakatan Investasi untuk Negara-negara Teluk
3 jam yang lalu
Jerman akan Beli 50.000...
Jerman akan Beli 50.000 Drone Serang untuk Ukraina
4 jam yang lalu
Infografis
Donald Trump Kembali...
Donald Trump Kembali Memperpanjang Batas Waktu Penjualan TikTok
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved