Putra Mahkota Saudi Keliling Arab di Tengah Kasus Pembunuhan Khashoggi

Jum'at, 23 November 2018 - 10:22 WIB
Putra Mahkota Saudi...
Putra Mahkota Saudi Keliling Arab di Tengah Kasus Pembunuhan Khashoggi
A A A
DUBAI - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) tiba di Uni Emirat Arab pada hari Kamis di awal tur ke beberapa negara Arab. Lawatan ini merupakan perjalanan pertamanya ke luar negeri sejak pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi memicu kecaman global.

Pangeran MBS—penguasa de facto Arab Saudi—juga dijadwalkan akan berpartisipasi dalam pertemuan G-20 di Buenos Aires pada akhir bulan ini yang akan dihadiri oleh para pemimpin dari Amerika Serikat, Turki dan negara-negara Eropa.

Pembunuhan Khashoggi—wartawan Arab Saudi pengkritik pemerintah Riyadh—terjadi pada 2 Oktober lalu di Konsulat Saudi di Istanbul. Pembunuhan brutal dilakukan skuat algojo Riyadh yang berjumlah sekitar 15 orang.

Pemerintah Saudi menegaskan pembunuhan jurnalis itu merupakan "operasi nakal". Menurut pemerintah, Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud dan Putra Mahkota MBS sama sekali tidak terlibat.

Tur calon raja Saudi itu atas perintah Raja Salman. "Agar melakukan tur berdasarkan kesungguhannya untuk memperdalam hubungan kerajaan-regional dan internasional," tulis kantor berita negara Saudi, SPA, yang dikutip Reuters, Jumat (23/11/2018).

Lawatan Pangeran Mohammed di Uni Emirat Arab (UEA) disambut oleh Putra Mahkota Abu Dhabi Syekh Mohammad bin Zayed al-Nayhan. Keduanya dikenal sebagai sekutu dekat.

"Kami bangga dengan ikatan kami yang dalam. Kerja sama yang erat dan kemitraan yang bermanfaat terletak di negara kami. UEA akan selalu menjadi rumah yang penuh kasih dan mendukung bagi saudara-saudara kami di Arab Saudi," kata Sheikh Mohammed bin Zayed dalam sebuah posting di Twitter.

Surat kabar Tunisia, Business News, melaporkan MBS diperkirakan akan mengunjungi Tunisia pada hari Selasa mendatang.

Hingga saat ini, penyelidikan Saudi belum mengungkap siapa dalang pembunuhan jurnalis tersebut. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan Washington akan tetap menjadi mitra setia Arab Saudi meskipun pemimpin Amerika itu mengatakan bahwa Pangeran Mohammed mungkin tahu tentang rencana pembunuhan Khashoggi.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Berita Terkini
4 Fakta Serangan Iran...
4 Fakta Serangan Iran ke Pangkalan Militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania
27 menit yang lalu
Israel Serang Kota di...
Israel Serang Kota di Lebanon yang Namanya Disebut dalam Alkitab
1 jam yang lalu
Rudal Iran Serang Hanggar...
Rudal Iran Serang Hanggar F-35 di Pangkalan Udara AS di Yordania, Kuwait dan Bahrain Waspada
2 jam yang lalu
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
3 jam yang lalu
Drone Iran Gempur Armada...
Drone Iran Gempur Armada Kelima AS di Bahrain
4 jam yang lalu
Suara Ledakan Terdengar...
Suara Ledakan Terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm, Iran Segera Balas Serangan AS
5 jam yang lalu
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved