Korut-Korsel Hubungkan Jalan di Perbatasan
Jum'at, 23 November 2018 - 03:19 WIB
Korut-Korsel Hubungkan Jalan di Perbatasan
A
A
A
SEOUL - Dua Korea menghubungkan jalan sepanjang tiga kilometer di dalam Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan kedua negara itu. Demikian laporan kantor berita Korea Selatan (Korsel), Yonhap.
Jalan tak beraspal akan digunakan untuk mengangkut personil dan peralatan guna menggali sisa-sisa jasad pertempuran berusia 60 tahun. Dari jalan sepanjang tiga km itu, 1,7 km milik Korea Selatan (Korsel), dan 1,3 km milik Korea Utara (Korut).
Di bawah pakta militer yang ditandatangani September ini oleh para menteri pertahanan dua Korea setelah pertemuan puncak, langkah itu bertujuan untuk mendukung proyek bersama menggali mayat korban Perang Korea di lokasi pertempuran sengit.
"Jalan itu dibangun di Cheorwon, yang terletak di pusat semenanjung itu, untuk pertama kalinya sejak Perjanjian Gencatan senjata ditandatangani (untuk menghentikan konflik Perang Dingin 1950-53)," kata Kementerian Pertahanan Seoul dalam sebuah pernyataan.
"Ini juga bermakna secara historis karena membuka jalan bagi upaya praktis untuk mendorong proyek penggalian bersama yang bertujuan menyembuhkan luka perang melalui jalan ini, yang dibangun di pusat salah satu pertempuran paling sengit," sambung pernyataan itu seperti disitir dari Anadolu, Jumat (23/11/2018).
Pada hari Selasa, sumber di Korsel melaporkan bahwa Korut telah menghancurkan 10 pos penjaga di DMZ.
Baca: Korea Utara Hancurkan 10 Pos Penjaga di Zona Demiliterisasi
Sebelum KTT September - yang ketiga dalam setahun - Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu pada tanggal 27 April, diikuti dengan penandatanganan Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Penyatuan Semenanjung Korea bersejarah, yang telah menjadi landasan formal bagi denuklirisasi Korut lebih lanjut dan kesepakatan damai antara kedua negara.
Kedua pemimpin bertemu lagi pada 26 Mei dan membahas perdamaian abadi di Semenanjung Korea.
Jalan tak beraspal akan digunakan untuk mengangkut personil dan peralatan guna menggali sisa-sisa jasad pertempuran berusia 60 tahun. Dari jalan sepanjang tiga km itu, 1,7 km milik Korea Selatan (Korsel), dan 1,3 km milik Korea Utara (Korut).
Di bawah pakta militer yang ditandatangani September ini oleh para menteri pertahanan dua Korea setelah pertemuan puncak, langkah itu bertujuan untuk mendukung proyek bersama menggali mayat korban Perang Korea di lokasi pertempuran sengit.
"Jalan itu dibangun di Cheorwon, yang terletak di pusat semenanjung itu, untuk pertama kalinya sejak Perjanjian Gencatan senjata ditandatangani (untuk menghentikan konflik Perang Dingin 1950-53)," kata Kementerian Pertahanan Seoul dalam sebuah pernyataan.
"Ini juga bermakna secara historis karena membuka jalan bagi upaya praktis untuk mendorong proyek penggalian bersama yang bertujuan menyembuhkan luka perang melalui jalan ini, yang dibangun di pusat salah satu pertempuran paling sengit," sambung pernyataan itu seperti disitir dari Anadolu, Jumat (23/11/2018).
Pada hari Selasa, sumber di Korsel melaporkan bahwa Korut telah menghancurkan 10 pos penjaga di DMZ.
Baca: Korea Utara Hancurkan 10 Pos Penjaga di Zona Demiliterisasi
Sebelum KTT September - yang ketiga dalam setahun - Presiden Korsel Moon Jae-in dan Pemimpin Korut Kim Jong-un bertemu pada tanggal 27 April, diikuti dengan penandatanganan Deklarasi Panmunjom untuk Perdamaian, Kemakmuran dan Penyatuan Semenanjung Korea bersejarah, yang telah menjadi landasan formal bagi denuklirisasi Korut lebih lanjut dan kesepakatan damai antara kedua negara.
Kedua pemimpin bertemu lagi pada 26 Mei dan membahas perdamaian abadi di Semenanjung Korea.
(ian)