Lawan Sanksi AS, Militer Iran Siap Lindungi Tanker Minyaknya

Senin, 12 November 2018 - 15:41 WIB
Lawan Sanksi AS, Militer...
Lawan Sanksi AS, Militer Iran Siap Lindungi Tanker Minyaknya
A A A
TEHERAN - Militer Iran mengeluarkan peringatan keras terhadap pihak-pihak yang akan mengganggu penjualan minyak Iran. Pasukan Teheran siap angkat senjata guna melindungi kapal tanker minyaknya sebagai perlawanan terhadap sanksi yang dijatuhkan Amerika Serikat (AS).

Seperti diketahui, putara kedua sanksi Washington yang mulai berlaku sejak 5 November menargetkan sektor energi dan keuangan negara para Mullah tersebut.

"Angkatan bersenjata Iran dipersiapkan hari ini seperti di masa lalu untuk melindungi armada tanker minyak kami terhadap ancaman apa pun sehingga dapat terus menggunakan saluran air laut," kata wakil komandan militer Iran, Mahmoud Mousavi, seperti dikutip kantor berita ISNA, Senin (12/11/2018).

Iran sebelumnya mengancam akan menanggapi sanksi AS terhadap ekspor minyaknya dengan menutup Selat Hormuz, jalur air strategis yang menghubungkan produsen minyak mentah Timur Tengah dengan pasar dunia.

Setelah pemberlakukan paket kedua sanksi AS pada 5 November, Presiden Iran Hassan Rouhani berjanji akan terus menjual minyak meskipun ada pembatasan dari Washington yang dia sebut ilegal dan tidak adil.

"Faktanya adalah bahwa Republik Islam Iran dapat menjual minyaknya dan akan menjual minyak mentahnya...bahkan jika negara-negara ini (pembeli minyak Iran) belum ditawari pengeucalian. Kami akan menjual minyak kami dengan kehormatan. Kami akan mematahkan sanksi ini dengan kehormatan, karena sanksi ini kejam dan bertentangan dengan hukum internasional," kata Rouhani.

Pekan lalu, TankerTrackers.com, situs pemantau pengiriman minyak global, menuduh bahwa semua kapal Iran telah mematikan transpondernya untuk menghindari sistem pelacakan internasional beberapa minggu sebelum sanksi AS mulai berlaku.

Departemen Keuangan AS sebelumnya menyatakan paket kedua sanksi AS menargetkan lebih dari 700 entitas dan individu Iran. Sanksi ini sebagai respons lanjutan setelah Presiden Donald Trump menarik AS keluar dari perjanjian nuklir Iran dengan enam negara kekuatan dunia (AS, Rusia, Inggris, Prancis, Jerman dan China) yang secara resmi bernama Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) 2015.
(mas)
Berita Terkait
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
AS, Iran dan Anggota...
AS, Iran dan Anggota JCPOA Bakal Bertemu di Wina Minggu Depan
AS Ancam Sanksi Negara...
AS Ancam Sanksi Negara yang Tolak Klausul Snapback Diaktifkan
Lagi, Presiden Iran...
Lagi, Presiden Iran Ajukan Syarat Duduk Satu Meja dengan AS
Rouhani Sebut Iran Dapat...
Rouhani Sebut Iran Dapat Perkaya Uranium Hingga 90%
Iran Tolak Pertemuan...
Iran Tolak Pertemuan dengan AS di Wina
Berita Terkini
Iran Ejek AS Ngotot...
Iran Ejek AS Ngotot Terapkan Tarif di Selat Hormuz: Biaya 20% Trump Terlalu Mahal
29 menit yang lalu
AS Lancarkan Lebih Banyak...
AS Lancarkan Lebih Banyak Serangan ke Iran, Trump Kembali Blokade Selat Hormuz
1 jam yang lalu
Seiring Perang, Ekspor...
Seiring Perang, Ekspor Minyak Iran Tembus 80 Juta Barel dalam Waktu Kurang dari Sebulan
2 jam yang lalu
Eks Presiden Iran Ahmadinejad...
Eks Presiden Iran Ahmadinejad Sangkal Laporan Agen Mossad Ingin Merekrutnya
3 jam yang lalu
Pertahanan Udara Arab...
Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat Rudal Balistik Houthi
4 jam yang lalu
Pertama Kali, Pasukan...
Pertama Kali, Pasukan AS Serang Pangkalan Angkatan Laut Iran dengan Drone Laut
5 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved