Washington Post: MBS Tuduh Khashoggi Berafiliasi dengan Teroris

Jum'at, 02 November 2018 - 02:35 WIB
Washington Post: MBS...
Washington Post: MBS Tuduh Khashoggi Berafiliasi dengan Teroris
A A A
WASHINGTON - Media Amerika Serikat (AS), Washington Post, melansir laporan yang menyebut Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman (MBS) menuduh wartawan yang dibunuh, Jamal Khashoggi, berafiliasi dengan organisasi teroris.

Tuduhan itu kemudian dilaporkan kepada penasihat senior Gedung Putih, Jared Kushner, dan penasihat keamanan nasional John Bolton.

Menurut laporan media AS itu, MBS—yang telah mendapat sorotan tajam setelah pembunuhan Khashoggi—mengatakan bahwa Khashoggi adalah anggota Ikhwanul Muslimin. Tuduhan itu sejatinya telah dibantah Khashoggi selama bertahun-tahun.

Washington Post, tanpa menyebut sumber laporannya, menyatakan MBS membuat panggilan telepon kepada Kushner dan Bolton beberapa hari setelah wartawan pengkritik rezim Riyadh itu hilang 2 Oktober lalu. Khashoggi hilang usai masuk ke Konsulat Saudi di Istanbul, yang akhirnya dikonfirmasi Riyadh bahwa dia terbunuh di kantor misi diplomatik tersebut.

Seorang pejabat pemerintah Saudi dalam sebuah pernyataan membantah bahwa Putra Mahkota MBS membuat tuduhan seperti itu."Tidak ada komentar seperti itu yang disampaikan," kata pejabat tersebut.

Keluarga Khashoggi, dalam sebuah pernyataan kepada Washington Post, membantah tuduhan bahwa Khashoggi memiliki hubungan dengan Ikhwanul Muslimin.

"Jamal Khashoggi bukan anggota Ikhwanul Muslimin," bunyi pernyataan keluarga Khashoggi.

"Dia membantah klaim tersebut berulang kali selama beberapa tahun terakhir. Jamal Khashoggi bukanlah orang yang berbahaya dengan cara apa pun. Untuk mengklaim sebaliknya akan menjadi konyol," lanjut pihak keluarga Khashoggi.

"Meskipun dia bersimpati dengan Ikhwanul Muslimin untuk hal tertentu, dia juga sangat tidak setuju dengan banyak posisi mereka, terutama terhadap Arab Saudi," imbuh keluarga tersebut.

Para pejabat administrasi Trump, termasuk Bolton, telah lama menentang Ikhwanul Muslimin. Sedangkan Riyadh menyatakannya sebagai organisasi teroris setelah peristiwa "Arab Spring".

Hingga saat ini, Riyadh belum mengungkap hasil terbaru dari investigasi pembunuhan Khashoggi. Riyadh juga belum mengungkap di mana jasad wartawan yang dibunuh oleh tim algojo yang disebut investigator Turki berjumlah 15 orang tersebut.

Dalam perkembangan terbaru, jaksa Turki mengungkap bahwa Khashoggi dicekik sesaat setelah dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul 2 Oktober lalu. Korban kemudian dimutilasi.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
50 menit yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
1 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
2 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
3 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
4 jam yang lalu
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Tingkat...
10 Negara dengan Tingkat Pendidikan Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved