Siapa Cesar Sayoc, Pengirim 13 Paket Bom Anti-Demokrat AS

Sabtu, 27 Oktober 2018 - 08:11 WIB
Siapa Cesar Sayoc, Pengirim...
Siapa Cesar Sayoc, Pengirim 13 Paket Bom Anti-Demokrat AS
A A A
WASHINGTON - Cesar Sayoc, 56, ditangkap aparat berwenang Amerika Serikat (AS) karena mengirim 13 paket bom untuk para politisi Partai Demokrat, milirader pendukung partai tersebut dan media. Jejak digitalnya di media sosial menunjukkan bahwa dia pendukung Presiden Donald Trump.

Dia ditangkap hari Jumat atau beberapa hari setelah belasan paket bom dikirim ke sejumlah politisi Partai Demokrat yang selama ini gencar mengkritik Trump. Gedung Putih mengecam pengiriman paket bom itu sebagai serangan teror.

Di Internet dan dalam kehidupan nyata, Cesar Sayoc tidak malu menyiarkan dukungannya untuk Donald Trump. Menghina presiden dari Partai Republik tersebut dia anggap sebagai musuhnya.

Dia menempel stiker dukungan untuk Trump di van putihnya. Dia juga mengoleksi gambar-gambar para kritikus presiden yang jadi target kemarahannya. Salah satu stiker bertuliskan "CNN menyebalkan". Markas CNN di New York ikut dikirimi paket bom yang oleh polisi dinyatakan sebagai bom pipa.Baca: Tersangka Pelaku Teror Paket Bom di AS Tertangkap
Di Twitter, dia mengumbar teori konspirasi tentang miliarder liberal George Soros, mantan presiden Barack Obama, mantan menteri luar negeri Hillary Clinton dan tokoh politik Demokrat lainnya yang tidak sejalan dengan pilihan politiknya.

"Dia gila, itu kata terbaik untuknya," kata Debra Gureghian, manajer umum New River Pizza dan Fresh Kitchen di Fort Lauderdale, tempat Sayoc bekerja selama beberapa bulan. "Ada sesuatu yang benar-benar terjadi dengannya," katanya lagi, seperti dikutip Washington Post, Sabtu (27/10/2018).

Para pejabat menolak mengungkap motivasi Sayoc mengirim 13 paket bom. Namun, catatan pengadilan, jejak digital di media sosial dan orang-orang yang mengenalnya memperjelas bahwa Sayoc bermasalah. Setidaknya, dalam beberapa tahun terakhir dai menjadi sosok yang sangat partisan.

Ronald Lowy, seorang pengacara yang mewakili anggota keluarga Sayoc, mengatakan dia yakin Sayoc sakit jiwa. Sarah Jane Baumgartel, seorang pengacara yang ditunjuk untuk mewakili Sayoc, menolak berkomentar.

"Saya pikir ini adalah semacam pasca-Trump menarik seseorang yang mungkin memiliki beberapa masalah yang mendalam, dan iklim politik baru-baru ini tampaknya membawanya ke permukaan dengan beberapa orang," kata Daniel Lurvey, seorang pengacara yang mewakili Sayoc di masa lalu.

Salah satu sepupu Sayoc, yang berbicara dengan kondisi anonim mengatakan Sayoc adalah seorang pria yang benar-benar baik yang tidak ingin menyakiti siapa pun. Menurutnya, bom kirimannya yang tidak meledak adalah tipuan. Namun, FBI menyatakan paket bom kiriman Sayoc bukan palsu.

"Ini adalah caranya mendapatkan perhatian," kata sepupu Sayoc. "Dia hanya ingin menyatakan pendapatnya di luar sana."

Sayoc, seorang Republikan yang terdaftar tinggal di Aventura, Florida, menghadiri Brevard College di North Carolina, di mana dia menjadi anggota tim sepak bola. Data itu bersumber dari buku tahunan kampus. Dia juga terdaftar sebagai anggota dari Canterbury Club, sebuah organisasi keagamaan. Foto buku tahunan menunjukkan dia berpose di belakang seseorang yang berjubah uskup.

Sayoc telah bekerja dalam beberapa tahun terakhir sebagai pengantar pizza. Dia mengklaim dalam deposisi tahun 2014 bahwa dia pernah menjadi manajer di kelab strip yang bernama "Stir Crazy".
(mas)
Berita Terkait
Hillary Clinton Tuduh...
Hillary Clinton Tuduh Trump Tutupi Epstein Files, Desak Dirilis Total
Trump Cabut Izin Keamanan...
Trump Cabut Izin Keamanan bagi Harris, Clinton, dan Keluarga Biden
10 Skandal Politik yang...
10 Skandal Politik yang Mengguncang AS dalam Setengah Abad Sejak Watergate
Benarkah ISIS Ciptaan...
Benarkah ISIS Ciptaan Obama dan Hillary Clinton?
Benarkah ISIS Diciptakan...
Benarkah ISIS Diciptakan oleh Obama dan Hillary Clinton?
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Berita Terkini
Jet Tempur Siluman Su-57...
Jet Tempur Siluman Su-57 Rusia Seharga Rp2 Triliun Jatuh, Bukan akibat Ditembak Ukraina
12 menit yang lalu
Trump: Syarat Arab Saudi...
Trump: Syarat Arab Saudi Miliki Program Nuklir Harus Akui Negara Israel
45 menit yang lalu
Getol Kritik Netanyahu,...
Getol Kritik Netanyahu, Wali Kota New York Mamdani dan Istri Terima Ancaman Pembunuhan
6 jam yang lalu
Pemimpin Baru Hamas...
Pemimpin Baru Hamas Ungkap 6 Prioritas, Agenda Utama Akhiri Serangan Israel di Gaza
10 jam yang lalu
Selamat dari Serangan...
Selamat dari Serangan di Selat Hormuz, 3 Pelaut Thailand Gugat Pemilik Kapal
11 jam yang lalu
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved