Mahathir: Jangan Paksakan Hak-hak LGBT di Malaysia

Jum'at, 26 Oktober 2018 - 01:49 WIB
Mahathir: Jangan Paksakan...
Mahathir: Jangan Paksakan Hak-hak LGBT di Malaysia
A A A
BANGKOK - Pemimpin Malaysia, Mahathir Mohamad mengatakan, negaranya tidak dapat menerima hak-hak LGBT seperti pernikahan sesama jenis. Mahathir menganggapnya sebagai nilai-nilai Barat.

Pernyataan Mahathir ini muncul dengan latar belakang apa yang dikatakan aktivis sebagai intoleransi yang berkembang terhadap komunitas LGBT di Malaysia.

"Pada saat ini, kami tidak menerima LGBT tetapi jika mereka (Barat) ingin menerima, itu adalah bisnis mereka. Jangan memaksakannya pada kami," kata pria berusia 93 tahun itu kepada hadirin yang ramai di Universitas Chulalongkorn Bangkok selama hari kedua kunjungan kenegaraan ke Thailand.

"Lembaga perkawinan, lembaga keluarga kini telah diabaikan di Barat. Mengapa kita harus mengikuti itu? Sistem nilai kita sama baiknya," tambahnya.

"Jika mereka (Barat) suatu hari memutuskan untuk berjalan telanjang, apakah kita harus mengikuti?" cetusnya seperti disitat dari AFP, Jumat (26/10/2018).

Malaysia menerapkan sistem hukum ganda yang memberikan pengadilan Islam hak untuk menangani urusan agama dan keluarga bagi warga Muslim, yang populasinya mencapai 60 persen.

Hukum Islam juga diawasi oleh masing-masing negara di Malaysia.

Mahathir, yang kembali ke jabatan perdana menteri tahun ini setelah kemenangan mengejutkan dalam pemilihan nasional pada bulan Mei, meraih kemenangan karena rasa frustrasi yang meluas dengan korupsi di Malaysia.

Namun kampanye populer untuk membasmi penyimpangan pemerintah telah membayangi beberapa pernyataan kontroversialnya tentang hak-hak LGBT dan orang-orang Yahudi, yang disebutnya "hidung-bengkok".

Menteri Urusan Islam Malaysia sebelumnya telah berbicara menentang kaum homoseksual, dan pada bulan September Mahathir mengatakan serikat pekerja sejenis tidak cocok untuk Malaysia, yang ia pertegas di komentarnya di Bangkok.

"Misalnya di barat sekarang, pria menikah dengan pria, wanita menikahi wanita, dan kemudian keluarga tidak terdiri dari ayah, ibu dan anak, tetapi dua pria mengadopsi satu anak dari seseorang," katanya.

"Mereka menyebut diri mereka keluarga."

Meskipun sikap Mahathir baru-baru ini mengecam pencambukan dua wanita yang dituduh melakukan seks lesbian di Malaysia.

Hukuman itu dilakukan di depan lebih dari 100 penonton di sebuah pengadilan Islam pada awal September di negara bagian utara Terengganu yang konservatif.

Ini adalah pertama kalinya perempuan dicambuk untuk hubungan sesama jenis di Malaysia, menurut para aktivis, meningkatkan ketakutan di kalangan komunitas LGBT negara.

Pada bagian pertama dari kunjungannya ke Thailand, Mahathir bertemu dengan pemimpin junta Prayut Chan-O-Cha dan menjanjikan bantuan Malaysia sebagai fasilitator untuk pembicaraan antara negara mayoritas Budha dan gerilyawan Melayu-Muslim di selatan di sepanjang perbatasan bersama.

Wilayah ini telah berada dalam genggaman pemberontakan tetapi berdarah selama lebih dari satu dekade, ketika pemberontak menuntut lebih banyak otonomi.
(ian)
Berita Terkait
Berlakukan Lockdown,...
Berlakukan Lockdown, Begini Kondisi Terkini Malaysia
Perayaan HUT Malaysia...
Perayaan HUT Malaysia ke-65
Penampakan Banjir Parah...
Penampakan Banjir Parah yang Merendam Apartemen dan Rumah di Selangor Malaysia
Anwar Ibrahim, Dilantik...
Anwar Ibrahim, Dilantik sebagai Perdana Menteri Malaysia
Polri Cek Akun Penghina...
Polri Cek Akun Penghina Raja Malaysia
Malaysia Umumkan Pembubaran...
Malaysia Umumkan Pembubaran Parlemen, Gelar Pemilu Lebih Cepat
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
2 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
2 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
5 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
5 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
7 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
8 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved