Jumpei Yasuda, Jurnalis Jepang Dibebaskan dari Suriah
Kamis, 25 Oktober 2018 - 11:34 WIB
Jumpei Yasuda, Jurnalis Jepang Dibebaskan dari Suriah
A
A
A
TOKYO - Jurnalis Jepang Jumpei Yasuda, 44, yang disandera militan tiga tahun lalu di Suriah telah dibebaskan. Dia akan dipulangkan sesegera mungkin. Para diplomat Jepang di Turki mengonfirmasi pembebasan Yasuda yang ditangkap militan terkait Al Qaeda setelah masuk Suriah dari Turki pada 2015. Yasuda berterima kasih atas kebebasannya dalam video yang dirilis pejabat Turki.
“Nama saya Jumpei Yasuda, jurnalis Jepang. Saya telah ditahan di Suriah selama 40 bulan, sekarang di Turki. Sekarang dalam kondisi aman. Terima kasih sangat banyak,” kata Yasuda yang tampak berjenggot dalam rekaman video yang dirilis itu dikutip kantor berita Reuters. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe telah mengungkapkan kelegaannya atas pembebasan Yasuda.
Abe dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Taro Kono berterima kasih pada Qatar dan Turki atas kerja sama mereka membebaskan pria itu. Juru bicara Pemerintah Jepang menyatakan tidak ada uang tebusan yang dibayarkan untuk pembebasan Yasuda.
“Dia terlihat dalam kesehatan bagus, tapi staf kami akan memeriksa kondisinya dan memindahkannya ke Jepang sesegera mungkin,” kata Kono. Orang tua Yasuda berbicara pada jurnalis di luar rumah mereka dekat Tokyo. “Di atas segalanya, saya ingin melihat dia baik-baik saja. Saat dia pulang, saya ingin mengatakan padanya satu hal, dan itu adalah kerja bagus berada di sana,” kata ayah Yasuda, Hideaki Yasuda.
Ibu Yasuda, Sachiko Yasuda, tampak meneteskan air mata saat memegang sapu tangan putih. “Saya tidak bisa melakukan apapun selain berdoa. Jadi saya telah berdoa setiap hari,” kata dia. Ini bukan pertama kali Yasuda ditahan di Timur Tengah. Dia pernah ditangkap di Baghdad pada 2004 dan memicu kritik di dalam negeri saat pemerintah terlibat negosiasi pembebasannya.
“Nama saya Jumpei Yasuda, jurnalis Jepang. Saya telah ditahan di Suriah selama 40 bulan, sekarang di Turki. Sekarang dalam kondisi aman. Terima kasih sangat banyak,” kata Yasuda yang tampak berjenggot dalam rekaman video yang dirilis itu dikutip kantor berita Reuters. Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe telah mengungkapkan kelegaannya atas pembebasan Yasuda.
Abe dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Taro Kono berterima kasih pada Qatar dan Turki atas kerja sama mereka membebaskan pria itu. Juru bicara Pemerintah Jepang menyatakan tidak ada uang tebusan yang dibayarkan untuk pembebasan Yasuda.
“Dia terlihat dalam kesehatan bagus, tapi staf kami akan memeriksa kondisinya dan memindahkannya ke Jepang sesegera mungkin,” kata Kono. Orang tua Yasuda berbicara pada jurnalis di luar rumah mereka dekat Tokyo. “Di atas segalanya, saya ingin melihat dia baik-baik saja. Saat dia pulang, saya ingin mengatakan padanya satu hal, dan itu adalah kerja bagus berada di sana,” kata ayah Yasuda, Hideaki Yasuda.
Ibu Yasuda, Sachiko Yasuda, tampak meneteskan air mata saat memegang sapu tangan putih. “Saya tidak bisa melakukan apapun selain berdoa. Jadi saya telah berdoa setiap hari,” kata dia. Ini bukan pertama kali Yasuda ditahan di Timur Tengah. Dia pernah ditangkap di Baghdad pada 2004 dan memicu kritik di dalam negeri saat pemerintah terlibat negosiasi pembebasannya.
(don)