AS Hukum Riyadh soal Khashoggi, Visa 21 Warga Saudi Dicabut

Rabu, 24 Oktober 2018 - 08:04 WIB
AS Hukum Riyadh soal...
AS Hukum Riyadh soal Khashoggi, Visa 21 Warga Saudi Dicabut
A A A
WASHINGTON - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencabut visa 21 warga Arab Saudi sebagai hukuman untuk mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi. Washington kemungkinan juga akan menjatuhkan sanksi berdasarkan undang-undang Global Magnitsky.

Meski mulai menghukum Riyadh, Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo menyatakan Saudi tetap sekutu penting Washington.

Departemen Luar Negeri AS dalam pengumumannya mengatakan 21 warga Saudi tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan visa Amerika.

"Hukuman ini tidak akan menjadi kata terakhir tentang masalah ini dari Amerika Serikat," kata Pompeo dalam konferensi pers singkat, seperti dikutip Reuters, Rabu (24/10/2018).

"Kami membuat sangat jelas bahwa AS tidak mentoleransi tindakan kejam semacam ini untuk membungkam Khashoggi, seorang wartawan, melalui kekerasan," ujar Pompeo.Baca: Politisi Turki: Jasad Khashoggi Ditemukan di Sumur Konjen Saudi
Khashoggi, waratwan Arab Saudi pengkritik rezim kerajaan, sudah setahun terakhir tinggal di pengasingan di AS dan berstatus sebagai penduduk permanen.

Pada 2 Oktober lalu dia memasuki Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan dokumen perceraian dengan mantan istrinya. Dokumen itu dia butuhkan karena akan menikahi tunangannya, Hatice Cengiz, perempuan Turki.

Selama dua minggu, Riyadh membantah tuduhan Turki bahwa Khashoggi terbunuh di dalam konsulat. Namun, pada akhirnya Riyadh mengaku wartawan itu tewas di konsulat dan diklaim akibat perkelahian dengan beberapa pejabat pemerintah yang dikirim untuk membujuknya pulang ke Saudi.Baca juga: Erdogan Sebut Saudi Rencanakan Pembunuhan Khashoggi
Pompeo mengatakan AS bekerja dengan intelijen Turki dan Saudi untuk mengumpulkan fakta tentang apa yang terjadi pada Khashoggi. Menurutnya, administrasi Trump tidak akan mengambil kata siapa pun untuk apa pun.

"Tetapi, kami akan menerima kumpulan data yang ingin kami kembangkan. Kami memiliki orang-orang yang bekerja di seluruh dunia...untuk menempatkan pemahaman kami sendiri secara bersama-sama," papar Pompeo.

Pompeo menghindari pertanyaan tentang apakah AS akan mendorong pemecatan Mohammed bin Salman sebagai Putra Mahkota Saudi atas masalah Khashoggi. Alih-alih menjawab, diplomat AS itu justru menegaskan bahwa Saudi masih merupakan sekutu penting AS di Timur Tengah dan hubungan AS dengan kerajaan tersebut akan terus berlanjut.
(mas)
Berita Terkait
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Putra Mahkota Arab Saudi...
Putra Mahkota Arab Saudi Tiba di Turki, Kasus Khashoggi Ditutup?
Berita Terkini
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
48 menit yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
2 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
3 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
4 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
4 jam yang lalu
Jet Tempur Masa Depan...
Jet Tempur Masa Depan untuk Menggantikan Rafale dan Eurofighter Gagal Terwujud, Ini 4 Alasannya
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved