AS Miliki Senjata untuk Hancurkan Dunia 10 Kali Lipat

Selasa, 23 Oktober 2018 - 14:57 WIB
AS Miliki Senjata untuk...
AS Miliki Senjata untuk Hancurkan Dunia 10 Kali Lipat
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) sudah memiliki senjata yang cukup untuk menghancurkan dunia hingga sepuluh kali lipat. Namun, Washington ingin menambah persenjataan lebih banyak karena khawatir dengan kebangkitan kekuatan militer China.

Penilaian itu disampaikan mantan anggota kongres Ron Paul saat mengkritisi rencana Presiden Donald Trump untuk menarik AS keluar dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia yang dikenal sebagai perjanjian Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) 1987.

Ron Paul yang kini jadi Direktur Ron Paul Institute for Peace and Prosperity kepada Russia Today, Selasa (23/10/2018), mengatakan kompleks industri militer AS akan mencoba membenarkan penumpukan persenjataan nuklir dengan menuding militerisasi China sebagai sumber kekhawatiran.

"Itu berarti bahwa pemerintah Amerika, kompleks industri militer ingin membuat lebih banyak senjata, karena itu adalah China; 'Orang China membuat semua senjata itu, mengapa kita tidak bisa'?," kata Paul.

Dia tidak percaya bahwa ancaman China adalah alasan yang sah bagi pemerintah Trump untuk menumpuk lebih banyak senjata.

"Kami memiliki cukup banyak senjata, tidak hanya untuk menghancurkan diri sendiri tetapi untuk menghancurkan dunia 10 kali lipat dan kami tidak perlu khawatir tidak memiliki cukup senjata," paparnya.

Jika AS menarik keluar dari perjanjian INF, lanjut Paul, itu bukan karena ada kebutuhan untuk persenjataan yang lebih banyak. "Saya rasa itu bukan argumen yang nyata," kata mantan anggota kongres dari Partai Republik ini.

Pada hari Senin, Trump kembali menegaskan bahwa dia akan menarik AS keluar dari perjanjian INF yang diteken dengan Rusia tahun 1987. Alasannya, menurut Trump, Rusia tidak mematuhi perjanjian tersebut.

AS menuduh Moskow memproduksi senjata yang dilarang berdasarkan perjanjian itu. Tuduhan itu telah berkali-kali dibantah Moskow.

Trump mengindikasikan bahwa dia ingin perjanjian INF diubah juga untuk mengekang penumpukan persenjataan nuklir China.

Perjanjian INF yang diteken Presiden terakhir Soviet Mikhail Gorbachev dan Presiden AS Ronald Reagan 1987 mulai berlaku pada tahun 1998. Setelah Soviet runtuh dan berganti menjadi Rusia, perjanjian itu terus dipertahankan.

Perjanjian INF melarang pengembangan, produksi dan penyebaran semua rudal balistik dan rudal berbasis darat dengan kisaran antara 500km hingga 5.500 km.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump: Seluruh...
Donald Trump: Seluruh Negara Harus Singkirkan Senjata Nuklir, Kekuatannya Gila!
Trump Tuding Rusia dan...
Trump Tuding Rusia dan China Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir
Ini Respons China setelah...
Ini Respons China setelah Trump Perintahkan AS Uji Senjata Nuklir
Trump Klaim Senjata...
Trump Klaim Senjata Nuklir AS Terbanyak Sejagat, Faktanya Kalah dari Rusia
Trump Perintahkan AS...
Trump Perintahkan AS Uji Senjata Nuklir, Tak Mau Kalah dengan Rusia
Trump: AS Punya Senjata...
Trump: AS Punya Senjata Nuklir yang Belum Pernah Dilihat Rusia dan China
Berita Terkini
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
50 menit yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
1 jam yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
2 jam yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
4 jam yang lalu
4 Alasan Jepang Kini...
4 Alasan Jepang Kini Jadi Aliansi Terpenting AS di Asia, Garda Terdepan Melawan Rusia dan China
4 jam yang lalu
Rusia Diduga Bantu Iran...
Rusia Diduga Bantu Iran Gempur Pangkalan AS, Trump Akan Tanya Langsung Putin
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved