Trump Tuding Rusia dan China Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir

Senin, 03 November 2025 - 17:08 WIB
loading...
Trump Tuding Rusia dan...
Donald Trump tuding Rusia dan China diam-diam uji coba senjata nuklir. Foto/X
A A A
WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump menuduh bahwa negara-negara termasuk Rusia dan China telah melakukan uji coba nuklir bawah tanah yang tidak diketahui publik, dan bahwa Amerika Serikat akan mengikutinya.

"Rusia sedang menguji coba, dan Tiongkok juga sedang menguji coba, tetapi mereka tidak membicarakannya," ujarnya kepada program 60 Minutes di CBS, dalam sebuah wawancara yang dirilis Minggu, dilansir CNA.

"Saya tidak ingin menjadi satu-satunya negara yang tidak menguji coba," ujarnya, seraya menambahkan Korea Utara dan Pakistan ke dalam daftar negara yang diduga sedang menguji persenjataan mereka.

Kebingungan menyelimuti perintah Trump agar Amerika Serikat memulai uji coba, terutama jika yang ia maksud adalah uji coba nuklir pertama negara itu sejak 1992.

Pria Republik berusia 79 tahun itu pertama kali membuat pengumuman mengejutkan melalui unggahan media sosial pada hari Kamis, beberapa menit sebelum memasuki pertemuan puncak dengan pemimpin Tiongkok Xi Jinping di Korea Selatan.

Pengumuman ini muncul setelah Rusia mengatakan telah menguji coba rudal jelajah bertenaga nuklir baru, Burevestnik, dan sebuah drone bawah air bertenaga nuklir dan berkemampuan nuklir.

Ketika ditanya langsung apakah ia berencana agar Amerika Serikat meledakkan senjata nuklir untuk pertama kalinya dalam lebih dari tiga dekade, Trump mengatakan kepada CBS: "Saya katakan bahwa kami akan menguji senjata nuklir seperti yang dilakukan negara lain, ya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Otoritas Selat Teluk...
Otoritas Selat Teluk Persia Umumkan Kapal-kapal Diizinkan Melintasi Selat Hormuz
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Swiss Ungkap Perundingan...
Swiss Ungkap Perundingan AS-Iran Tidak Jadi Digelar, Wapres Vance Batalkan Perjalanan
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Nah, Trump Tiba-Tiba...
Nah, Trump Tiba-Tiba Bilang Tak Adil bagi Iran Tidak Punya Rudal Balistik
Rekomendasi
Perang Berdarah SUV...
Perang Berdarah SUV Listrik: Leapmotor B10 Masuk di Bawah Rp 500 Juta, Siapa Terjungkal?
AI Impact Challenge,...
AI Impact Challenge, Microsoft, Komdigi, dan Dicoding Tampilkan Karya AI Terbaik Lulusan METC
Grab For Business Luncurkan...
Grab For Business Luncurkan Corporate Dine Out, Jamuan Makan Kantor Bebas Reimburse
Berita Terkini
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Starmer Didesak Mundur...
Starmer Didesak Mundur dari Jabatan Perdana Menteri Inggris
PM Australia Ungkap...
PM Australia Ungkap Pengiriman BBM Baru, Ancaman di Selat Hormuz Masih Moderat
Pasukan Israel Gagal...
Pasukan Israel Gagal Ambil Tank Komandan yang Gugur di Lebanon Selatan
Batalyon Israel Pembunuh...
Batalyon Israel Pembunuh Hind Rajab Dapat Pukulan Keras di Lebanon Selatan
Badan Intelijen AS Peringatkan...
Badan Intelijen AS Peringatkan Israel Bisa Sabotase Kesepakatan Perdamaian AS-Iran
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved