Australia Minta Maaf Nasional kepada Para Korban Pelecehan Seks Anak

Senin, 22 Oktober 2018 - 12:35 WIB
Australia Minta Maaf...
Australia Minta Maaf Nasional kepada Para Korban Pelecehan Seks Anak
A A A
CANBERRA - Pemerintah Australia pada hari Senin (22/10/2018) menyampaikan permintaan maaf secara nasional kepada para korban pelecehan seks anak dan keluarga mereka. Lebih dari 8.000 kasus pelecehan seks terjadi di negara itu yang kebanyakan terjadi di lembaga agama dan pemerintah.

Permintaan maaf yang langka ini disampaikan Perdana Menteri Scott Morrison. Permintaan maaf ini yang kedua sejak 2008.

Sikap itu menyusul penyelidikan selama lima tahun terhadap lebih dari 8.000 kasus perilaku seksual yang tidak senonoh.

"Hari ini, sebagai sebuah bangsa, kita menghadapi kegagalan kita untuk mendengarkan, percaya, dan memberikan keadilan," kata Morrison di hadapan anggota parlemen di ibu kota Australia, Canberra.

"Kami minta maaf. Untuk anak-anak kami gagal, maaf. Kepada orang tua yang kepercayaannya dikhianati dan yang telah berjuang, maaf," ujarnya.

Pada tahun 2008, saat itu Perdana Menteri Kevin Rudd meminta maaf kepada anggota Stolen Generations, penduduk asli Australia yang diambil paksa dari keluarga dan masyarakat mereka sebagai anak-anak di bawah kebijakan asimilasi.

Morrison juga mengulangi permintaan maaf Senin dalam pidato kepada hampir 800 korban yang selamat. Dalam tayangan televisi, beberapa korban terlihat menangis.

"Sangat, sangat kuat berada di ruangan itu," kata Graeme, seorang korban yang mengidentifikasi dirinya hanya dengan nama depannya, mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp.

"Saya melihat ke sekeliling dan saya berpikir di dalam diri saya tidak ada ruangan orang yang lebih kuat di mana saja di negeri ini," ujarnya, seperti dikutip Reuters.

"Saya bangga menjadi korban dan saya bangga dengan semua korban."

Morrison berjanji akan mengawasi dengan lebih ketat, meskipun beberapa korban mengatakan pemerintah telah gagal melakukan tindakan yang cukup.

"Jika mereka berpikir mengatakan maaf akan menyelesaikannya, itu tidak," kata Tony Wardley, yang menderita kekerasan pada 1980-an, mengatakan kepada penyiar televisi. "Masih banyak yang harus dilakukan."

Australia membuat skema ganti rugi tahun ini untuk membayar kompensasi korban pelecehan masing-masing 150.000 dollar Australia (USD106.000).

Kendati demikian, pemerintah dari kubu konservatif itu belum memutuskan apakah akan mengadopsi rekomendasi dari penyelidikan nasional atau tidak, terutama yang mengharuskan imam Katolik untuk melaporkan kekerasan terhadap anak.

Pada bulan Agustus, badan Katolik tertinggi, Konferensi Waligereja Australia, mengatakan tidak akan mematuhi undang-undang negara yang diusulkan.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Kemampuan Rudal China...
Kemampuan Rudal China Melesat, Negara Tetangga Indonesia Ini Tingkatkan Pertahanan Misil
Berita Terkini
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
54 menit yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
1 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
3 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
4 jam yang lalu
Gunakan Semut Jadi Hiasan...
Gunakan Semut Jadi Hiasan Makanan, Pemilik Restoran Berbintang Michelin Ini Dipenjara
5 jam yang lalu
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
6 jam yang lalu
Infografis
Bos Meta Minta Maaf...
Bos Meta Minta Maaf ke Orangtua yang Anaknya Jadi Korban Medsos
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved