AS Bakal 'Khianati' Perjanjian Senjata Nuklir, Gorbachev Kecam Trump

Senin, 22 Oktober 2018 - 09:07 WIB
AS Bakal Khianati Perjanjian...
AS Bakal 'Khianati' Perjanjian Senjata Nuklir, Gorbachev Kecam Trump
A A A
MOSKOW - Mantan pemimpin Soviet Mikhail Gorbachev mengecam langkah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang akan secara sepihak menarik Washington keluar dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia. Dia menyebut Trump berpikiran sempit dan mengambil langkah salah.

Perjanjian bernama Intermediate-Range Nuclear Forces (INF) Treaty ini diteken Gorbachev dengan Presiden AS saat itu Ronald Reagan. Setelah Soviet runtuh dan berganti menjadi Rusia perjanjian INF terus dipertahankan untuk mencegah perlombaan senjata yang mengarah pada perang nuklir.

"Sangat tidak dapat diterima untuk melanggar perjanjian lama tentang perlucutan senjata," kata Gorbachev kepada Interfax mengacu pada perjanjian INF.

"Tidak dapat begitu sulit untuk memahami bahwa membuang perjanjian semacam itu adalah berpikiran sempit, seperti yang mereka katakan," ujar Gorbachev yang dilansir Senin (22/10/2018).

"Langkah Trump adalah kesalahan yang akan melemahkan semua upaya, yang dibuat oleh para pemimpin Uni Soviet dan AS sendiri untuk mencapai perlucutan senjata nuklir," imbuh dia.

Evaluasi serupa atas rencana "pengkhianatan" Trump terhadap perjanjian INF disampaikan Kepala Komite Urusan Luar Negeri Parlemen Rusia , Konstantin Kosachev. Menurutnya, langkah AS itu akan membuka jalan untuk menimbulkan kekacauan dalam hal senjata nuklir.

"Sekarang sekutu Barat AS menghadapi pilihan; baik memulai di jalan yang sama, mungkin mengarah ke perang baru, atau memihak akal sehat, setidaknya demi naluri pelestarian diri mereka," katanya.

Jerman, sekutu AS, menyatakan keprihatinan atas konsekuensi "mengkhianati" perjanjian INF.

"Perjanjian itu selama 30 tahun menjadi pilar penting arsitektur keamanan Eropa kami," kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.

Berlin telah berulang kali berbicara kepada Moskow tentang tuduhan serius soal dugaan Rusia melanggar perjanjian INF. Tapi Maas kini berbalik mengecam Washington. "Jerman mendesak AS untuk mempertimbangkan konsekuensi yang mungkin terjadi," ujarnya.

Alasan Trump untuk menarikan AS keluar dari perjanjian senjata nuklir dengan Rusia karena Moskow belum menghormati kesepakatan puluhan tahun. Namun, Rusia membantah klaim itu dan menuntut bukti nyata dari AS.
(mas)
Berita Terkait
Donald Trump: Seluruh...
Donald Trump: Seluruh Negara Harus Singkirkan Senjata Nuklir, Kekuatannya Gila!
Donald Trump: Senjata...
Donald Trump: Senjata Nuklir di Tangan AS dan Rusia Bisa Sebabkan Kiamat
Trump Tuding Rusia dan...
Trump Tuding Rusia dan China Diam-diam Uji Coba Senjata Nuklir
Trump Segera Temui Putin...
Trump Segera Temui Putin usai Ribut-ribut Senjata Nuklir
Trump akan Modernisasi...
Trump akan Modernisasi Persenjataan Nuklir AS Tanpa Menambah Jumlah
Daftar 5 Negara BRICS...
Daftar 5 Negara BRICS yang Diancam Donald Trump, 3 di Antaranya Bersenjata Nuklir
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
53 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
3 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved