Pentagon Sangkal Klaim Putin soal ISIS Sandera 700 Orang

Jum'at, 19 Oktober 2018 - 02:51 WIB
Pentagon Sangkal Klaim...
Pentagon Sangkal Klaim Putin soal ISIS Sandera 700 Orang
A A A
WASHINGTON - Pentagon menyangkal klaim Presiden Rusia Vladimir Putin bahwa kelompok ISIS menyandera sekitar 700 orang di Suriah, termasuk warga Eropa dan Amerika Serikat (AS). Klaim pemimpin Kremlin itu dianggap sebagai fake news atau berita palsu.

"Meskipun kami telah mengonfirmasi bahwa ada serangan terhadap kamp IDP (internally displaced people), dekat Deir ez-zor minggu lalu, kami tidak memiliki informasi yang mendukung klaim sejumlah besar sandera seperti yang dituduhkan Presiden Putin dan kami skeptis terhadap keakuratannya. Kami juga tidak mengetahui ada warga AS yang berada di kamp itu," kata juru bicara Pentagon, Sean Robertson, kepada Fox News, Jumat (19/10/2018).

"Kami menolak pernyataan Rusia bahwa AS dan Koalisi telah gagal mengatasi ancaman yang diajukan oleh ISIS. Sebaliknya, Koalisi telah membebaskan lebih dari 99 persen wilayah yang sebelumnya dikuasai oleh ISIS," ujarnya.

"Kami akan terus bekerja dengan, dengan dan, melalui mitra lokal kami untuk mengejar sisa-sisa ISIS di lembah Sungai Eufrat Tengah. Meskipun ada keberhasilan kami, masih ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan dengan mitra kami untuk memastikan kekalahan yang langgeng dari ISIS," paparnya.

"Rusia, di sisi lain, telah memfokuskan upaya secara eksklusif untuk membantu rezim Suriah dengan langkah-langkah terbatas untuk mengatasi ancaman yang diajukan oleh ISIS dan tanpa memperhatikan hukum konflik bersenjata, korban sipil, atau penggunaan senjata kimia oleh rezim (Suriah)," imbuh dia.Baca: Putin Bilang ISIS Sandera 700 Orang di Suriah
Direktur Intelijen Nasional Dan Coats mengeluarkan peringatan keras kepada media pada Kamis sore agar hati-hati terhadap upaya pemerintah asing untuk menempatkan berita di media Barat yang berfungsi sebagai propaganda yang mungkin tidak benar.

"Tanggung jawab tidak berhenti dengan pemerintah federal, kami juga membutuhkan sektor swasta dan outlet media untuk melangkah dan mengambil tanggung jawab yang lebih besar karena kepentingan nasional menuntut tanggapan dari pemerintah federal dan sektor swasta," kata Coats.

Seperti diberitakan sebelumnya, Putin mengklaim bahwa kelompok ISIS atau Islamic State menyandera sekitar 700 orang di Suriah. Menurutnya, kelompok itu mengancam akan mengeksekusi 10 sandera setiap harinya.

"Ini benar-benar mengerikan, itu adalah malapetaka," kata Putin.

"Beberapa warga AS dan Eropa termasuk di antara para sandera," ujar Putin. Dia tidak menjelaskan apa tuntutan kelompok teroris tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Ancaman Nuklir Vladimir...
Ancaman Nuklir Vladimir Putin Membuat Amerika Serikat Gelisah
7 Orang Terdekat Vladimir...
7 Orang Terdekat Vladimir Putin yang Diblokir Amerika Serikat
Putin kepada AS: Berhenti...
Putin kepada AS: Berhenti Merampok Minyak Suriah!
Vladimir Putin Disambut...
Vladimir Putin Disambut Karpet Merah di Vietnam, Amerika Serikat Marah
Putin Bongkar Masalah...
Putin Bongkar Masalah Utama Rusia dengan Amerika Serikat
Rusia Beritahu Amerika...
Rusia Beritahu Amerika Serikat: Kami Latihan Kekuatan Nuklir!
Berita Terkini
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
8 jam yang lalu
Infografis
13 Orang Meninggal Akibat...
13 Orang Meninggal Akibat Insiden Pemusnahan Amunisi di Garut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved