AS Menentang Rencana Zona Larangan Terbang di Perbatasan Korea

Kamis, 18 Oktober 2018 - 14:28 WIB
AS Menentang Rencana...
AS Menentang Rencana Zona Larangan Terbang di Perbatasan Korea
A A A
SEOUL - Amerika Serikat (AS) menentang rencana Korea Selatan (Korsel) dan Korea Utara (Korut) untuk memberlakukan zona larangan terbang di perbatasan mereka yang dijaga ketat. Ini adalah sinyal terbaru dari keretakan antara Seoul dengan Washington, sekutu utamanya.

Menurut dua sumber yang mengetahui masalah tersebut zona larangan terbang adalah titik kunci untuk AS karena akan secara efektif mencegah latihan dukungan udara jarak dekat. Sumber itu menambahkan bahwa Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, mengangkat masalah itu selama berbicara lewat telepon dengan Menteri Luar Negeri Korsel Kang Kyung-wha.

Kedua sumber tersebut berbicara kepada Reuters, Kamis (18/10/2018), dengan syarat anonim karena sensitifitas masalah.

Zona itu, yang efektif per 1 November, akan memperpanjang 40 kilometer utara dan selatan dari Garis Demarkasi Militer di Timur dan 20 kilometer di Barat untuk pesawat fixed-wing.

Kesepakatan itu juga melarang latihan langsung yang melibatkan pesawat fixed-wing dan senjata yang dipandu dari udara ke darat di area larangan terbang.

Korsel dan AS telah mengadakan latihan seperti itu secara teratur sampai menghentikan latihan bersama pada bulan Juni.

Ada pembatasan yang berbeda pada helikopter, pesawat tak berawak dan balon, dengan pengecualian untuk operasi komersial dan non-militer seperti medis, bencana dan penggunaan pertanian.

"Dalam dukungan udara jarak dekat, pesawat menyediakan senjata bagi pasukan yang mungkin beroperasi di dekat pasukan musuh. Sebagian besar jet tempur yang dioperasikan pasukan AS di Korsel, seperti F-16, dapat memainkan peran itu," salah satu sumber mengatakan.

Seorang pejabat di kementerian luar negeri Seoul mengatakan Pompeo belum mendapat pengarahan penuh ketika ia mengeluh tentang kesepakatan antar-Korea, dan menelepon kembali hari itu untuk mengucapkan semoga beruntung kepada Kang dengan KTT itu.

Juru bicara Pentagon, Letnan Kolonel Christopher Logan menolak berkomentar mengenai perjanjian itu tetapi mengatakan Departemen Pertahanan mendukung upaya untuk mengurangi ketegangan militer.

"Departemen tetap mendukung penuh para diplomat kami saat mereka bekerja untuk mencapai denuklirisasi diverifikasi dari DPRK sebagaimana disetujui oleh Ketua Kim (Jong Un)," kata Logan, mengacu pada nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
1 jam yang lalu
Iran Tegaskan Belum...
Iran Tegaskan Belum Ada Kesepakatan Akhir dengan AS
1 jam yang lalu
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
3 jam yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
4 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
4 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
5 jam yang lalu
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved