Wartawan Khashoggi Diduga Dibunuh, Trump Bela Arab Saudi

Kamis, 18 Oktober 2018 - 06:23 WIB
Wartawan Khashoggi Diduga...
Wartawan Khashoggi Diduga Dibunuh, Trump Bela Arab Saudi
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Johan Trump membela Arab Saudi yang sedang dalam tekanan atas kasus hilangnya wartawan pengkritik rezim Riyadh, Jamal Khashoggi. Pemimpin Amerika itu mengkritik pihak-pihak yang mengecam Riyadh karena melakukan penilaian secara terburu-buru.

Wartawan Saudi yang sudah setahun tinggal di pengasingan di AS itu hilang sejak 2 Oktober 2018, yakni setelah masuk ke kantor Konsulat Saudi di Istanbul. Sumber pemerintah Turki yang mengklaim mendengar rekaman audio menyebut jurnalis itu dibunuh dan dimutilasi oleh tim algojo Riyadh di dalam konsulat.

Dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press, Trump membandingkan kasus Khashoggi dengan kasus skandal seks yang dituduhkan terhadap Hakim Agung Brett Kavanaugh selama sidang konfirmasi Senat AS.

"Saya pikir kita harus mencari tahu apa yang terjadi pertama," kata Trump. "Di sini kita pergi lagi dengan, Anda tahu, Anda keliru sampai terbukti (Kavanaugh) tidak bersalah," ujarnya, yang dilansir Kamis (18/10/2018).

"Saya tidak suka itu. Kami baru saja melewati itu dengan Hakim Kavanaugh dan dia tidak bersalah sepanjang jalan sejauh yang saya ketahui," ujarnya.

Pernyataan Trump ini adalah pembelaannya yang paling kuat terhadap Saudi, sekutu AS yang dia buat sebagai pusat agenda Timur Tengah-nya.

Wawancara itu dirilis setelah Trump pada hari Selasa lalu mengaku sudah berbicara Selasa dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman. Dia juga sudah berbicara melalui telepon sehari sebelumnya dengan Raja Salman. Kedua pemimpin Saudi itu membantah mengetahui apa yang terjadi pada Khashoggi.

Secara terpisah, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa dia meminta Turki untuk membeberkan bukti rekaman audio atau video terkait hilangnya Jamal Khashoggi. Permintaan itu dipicu oleh klaim dari sumber pemerintah Turki yang menyebut wartawan tersebut dimutilasi hidup-hidup di Konsulat Saudi di Istanbul.

Trump tidak yakin bahwa bukti rekaman seperti itu ada. "Kami telah memintanya, jika ada...saya tidak yakin bahwa itu ada, mungkin, mungkin," katanya, seperti dikutip Reuters.

"Saya hanya ingin mencari tahu apa yang terjadi," katanya. "Saya tidak menutupi sama sekali."

Trump menegaskan bahwa dia tidak ingin meninggalkan Arab Saudi meski kasus hilangnya wartawan tersebut telah memicu reaksi keras dari para senator AS. Trump beralasan bahwa AS bergantung pada Kerajaan Saudi dalam perang melawan terorisme.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox Business Network, Trump mengatakan, "Saya tidak ingin melakukan itu" ketika ditanya apakah AS akan meninggalkan sekutu Teluknya tersebut.

"Kerajaan itu memiliki pesanan yang luar biasa, USD110 miliar," ujarnya, mengacu pada penjualan senjata AS yang dijanjikan ke Arab Saudi.
(mas)
Berita Terkait
Diserang Wartawan Soal...
Diserang Wartawan Soal Pembunuhan Khashoggi, Trump Bela MBS di Gedung Putih
Tunangan Khashoggi Peringatkan...
Tunangan Khashoggi Peringatkan Biden: Jangan Letakkan Minyak di Atas Prinsip
Anggota Dewan Kota Usulkan...
Anggota Dewan Kota Usulkan Nama Jalan Kedubes Saudi Diganti jadi Khashoggi
Jamal Khashoggi, Jurnalis...
Jamal Khashoggi, Jurnalis Arab Saudi yang Dibunuh Secara Misterius
New York Times: Pembunuh...
New York Times: Pembunuh Khashoggi Terima Pelatihan Paramiliter di AS
Istri Khashoggi Desak...
Istri Khashoggi Desak Turki Serahkan Bukti Pembunuhan Suaminya
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
2 jam yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
3 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
4 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
5 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
5 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
7 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved