Roket Hantam Rumah di Beersheba, Jet Israel Bombardir Gaza
Rabu, 17 Oktober 2018 - 14:21 WIB
Roket Hantam Rumah di Beersheba, Jet Israel Bombardir Gaza
A
A
A
GAZA - Jet-jet Israel menyerang sejumlah sasaran di Jalur Gaza pada Rabu (17/10/2018) pagi setelah sebuah roket yang ditembakkan dari kantong militan Palestina itu menghantam sebuah rumah di kota Beersheba, Israel selatan. Demikian yang dikatakan militer Israel.
Seorang pejabat medis mengatakan kepada Radio Israel bahwa tiga orang dibawa ke rumah sakit setelah roket menghantam sebuah rumah warga. Militer mengatakan roket lain telah diluncurkan dari Gaza, jatuh ke laut.
Sedangkan warga di Jalur Gaza mengatakan jet-jet Israel menargetkan delapan lokasi.
Pejabat kementerian kesehatan di Gaza mengatakan tiga orang terluka dalam serangan udara Israel terhadap kamp pelatihan bersenjata di Rafah, di selatan wilayah pesisir itu. Sementara tidak ada laporan cedera serius di Israel seperti dikutip dari Reuters.
Setelah serangan terbaru, rekaman video dari Beersheba, sekitar 40 km dari Jalur Gaza, menunjukkan kerusakan luas pada rumah beton dan batu di jalan perumahan.
Foto-foto yang disiarkan di Channel 2 Israel menunjukkan gumpalan asap hitam membubung dari berbagai lokasi di Jalur Gaza
Satu delegasi keamanan Mesir mengunjungi Jalur Gaza untuk mencoba memulihkan ketenangan.
Kepala militer Israel mempersingkat kunjungan ke Amerika Serikat dan kembali ke negaranya, dan sekolah-sekolah harus ditutup di Beersheba untuk hari itu, bunyi laporan-laporan itu.
Laporan Israel mengatakan negara Zionis itu telah menutup penyeberangan komersial dan pejalan kaki masuk dan keluar dari Jalur Gaza. Mereka juga telah memotong batas penangkapan hingga tiga mil.
Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari Gaza pada 2005 tetapi mempertahankan kontrol ketat atas perbatasan darat dan lautnya, dengan alasan masalah keamanan. Mesir juga membatasi pergerakan masuk dan keluar Gaza di perbatasannya.
Ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Gaza telah memanas selama berbulan-bulan di tengah protes perbatasan mingguan dan peluncuran balon pembakar dan layang-layang api oleh militan Palestina di pagar perbatasan.
Para pemimpin Israel telah memperingatkan bahwa mereka siap untuk meningkatkan aksi militer di Gaza untuk mengekang serangan dan aksi protes. Israel dan Hamas, kelompok yang mengontrol Gaza, berperang tahun 2014.
Sekitar 200 warga Gaza telah tewas oleh pasukan Israel sejak aksi protes perbatasan dimulai pada 30 Maret lalu, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Militer Israel mengatakan para demonstran Jumat lalu melemparkan batu, alat peledak, bom dan granat. Para pejabat kesehatan Gaza mengatakan tujuh orang Palestina tewas ketika pasukan Israel menembaki sebuah kelompok yang menerobos pagar.
Israel telah menarik kecaman internasional karena penggunaan kekuatan mematikan, tetapi mengatakan hal itu untuk melindungi perbatasan dan penduduk sipil.
Seorang pejabat medis mengatakan kepada Radio Israel bahwa tiga orang dibawa ke rumah sakit setelah roket menghantam sebuah rumah warga. Militer mengatakan roket lain telah diluncurkan dari Gaza, jatuh ke laut.
Sedangkan warga di Jalur Gaza mengatakan jet-jet Israel menargetkan delapan lokasi.
Pejabat kementerian kesehatan di Gaza mengatakan tiga orang terluka dalam serangan udara Israel terhadap kamp pelatihan bersenjata di Rafah, di selatan wilayah pesisir itu. Sementara tidak ada laporan cedera serius di Israel seperti dikutip dari Reuters.
Setelah serangan terbaru, rekaman video dari Beersheba, sekitar 40 km dari Jalur Gaza, menunjukkan kerusakan luas pada rumah beton dan batu di jalan perumahan.
Foto-foto yang disiarkan di Channel 2 Israel menunjukkan gumpalan asap hitam membubung dari berbagai lokasi di Jalur Gaza
Satu delegasi keamanan Mesir mengunjungi Jalur Gaza untuk mencoba memulihkan ketenangan.
Kepala militer Israel mempersingkat kunjungan ke Amerika Serikat dan kembali ke negaranya, dan sekolah-sekolah harus ditutup di Beersheba untuk hari itu, bunyi laporan-laporan itu.
Laporan Israel mengatakan negara Zionis itu telah menutup penyeberangan komersial dan pejalan kaki masuk dan keluar dari Jalur Gaza. Mereka juga telah memotong batas penangkapan hingga tiga mil.
Israel menarik pasukan dan pemukimnya dari Gaza pada 2005 tetapi mempertahankan kontrol ketat atas perbatasan darat dan lautnya, dengan alasan masalah keamanan. Mesir juga membatasi pergerakan masuk dan keluar Gaza di perbatasannya.
Ketegangan di sepanjang perbatasan Israel-Gaza telah memanas selama berbulan-bulan di tengah protes perbatasan mingguan dan peluncuran balon pembakar dan layang-layang api oleh militan Palestina di pagar perbatasan.
Para pemimpin Israel telah memperingatkan bahwa mereka siap untuk meningkatkan aksi militer di Gaza untuk mengekang serangan dan aksi protes. Israel dan Hamas, kelompok yang mengontrol Gaza, berperang tahun 2014.
Sekitar 200 warga Gaza telah tewas oleh pasukan Israel sejak aksi protes perbatasan dimulai pada 30 Maret lalu, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Militer Israel mengatakan para demonstran Jumat lalu melemparkan batu, alat peledak, bom dan granat. Para pejabat kesehatan Gaza mengatakan tujuh orang Palestina tewas ketika pasukan Israel menembaki sebuah kelompok yang menerobos pagar.
Israel telah menarik kecaman internasional karena penggunaan kekuatan mematikan, tetapi mengatakan hal itu untuk melindungi perbatasan dan penduduk sipil.
(ian)