Pentagon: F-22 AS Halangi 587 Pesawat Musuh di Langit Suriah

Jum'at, 12 Oktober 2018 - 14:05 WIB
Pentagon: F-22 AS Halangi...
Pentagon: F-22 AS Halangi 587 Pesawat Musuh di Langit Suriah
A A A
WASHINGTON - Pentagon merilis data yang mengklaim pesawat-pesawat jet tempur siluman F-22 Raptor menghalangi 587 pesawat musuh di wilayah udara Suriah. Ratusan pesawat musuh yang dipaksa mundur itu termasuk pesawat Rusia, Iran dan Suriah.

Data itu, menurut Pentagon, merupakan hasil "gelombang tempur" pertama dari F-22 Raptor.

F-22, yang menggabungkan kemampuan siluman dan top-of-the-line dogfighting, berfungsi baik sebagai jet tempur dan pembom saat membela pasukan AS. Pesawat itu juga membantu misi ofensif melawan musuh bersenjata berat.

Menurut Pentagon, pilot F-22 dari 94th Fighter Wing (Sayap Tempur 94) menyelesaikan 590 penerbangan individu dengan total 4.600 jam terbang, dan menjatuhkan 4.250 pon persenjataan jatuh dalam penempatan mereka ke wilayah udara Suriah dalam "gelombang tempur" pertama.

Dari 587 pesawat musuh yang dihalangi saat melakukan serangan udara, beberapa di antaranya adalah pesawat tua buatan Rusia yang seriang dioperasikan pasukan Moskow dan Damaskus.

Pentagon mengakui pasukan AS di darat di wilayah Suriah telah mendapat ancaman dari kekuatan udara musuh.

Militer Amerika juga mengungkap peran F-22 dalam mengawal pesawat tempur F/A-18 Angkatan Laut AS saat menjalankan misinya di negeri Bashar al-Assad.

Pada Juni 2017, Letnan Mike "MOB" Tremel, pilot F/A-18E Super Hornet Angkatan Laut Amerika mencetak rekor dengan menenembak jatuh jet tempur Su-22 Suriah untuk pertama kalinya melalui serangan udara-ke-udara (air-to-air).

Selain melindungi pasukan Amerika dari ancaman serangan pesawat pembom musuh, para pilot F-22 juga mendukung pasukan AS, Inggris, dan Prancis ketika mereka menyerang pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad di barat negara itu sebagai respons atas dugaan serangan senjata kimia.

"F-22 terbang jauh ke dalam wilayah Suriah, menghadapi kedua pasukan musuh dan sistem rudal surface-to-air (permukaan-ke-udara)," kata Pentagon dalam pernyataan, yang dilansir Business Insider , Jumat (12/10/2018).

Militer Washington tersebut juga mengklaim sejauh ini tidak ada pesawat AS atau sekutu yang jatuh. Sebaliknya, foto-foto dari serangan AS terbaru terhadap pemerintah Suriah menunjukkan sistem pertahanan udara negara itu menembak secara membabi buta ke langit malam ketika F-22 bekerja di udara.

Pentagon selama ini hanya melaporkan keterlibatan F-22 dalam interaksi dan intersepsi yang relatif aman di wilayah udara Suriah, meski sejatinya telah berhadapan dengan jet-jet tempur musuh di atas negara yang dilanda konflik tersebut.
(mas)
Berita Terkait
Perkuat Pengaruh, Iran...
Perkuat Pengaruh, Iran Siap Bantu Rekonstruksi Suriah
Amerika Serikat Tuduh...
Amerika Serikat Tuduh Rusia Mengacau Kawasan Mediterania
Rusia, Iran, Suriah,...
Rusia, Iran, Suriah, dan Turki Bertemu di Moskow, Pukulan Baru bagi AS?
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Iran Tolak Sanksi AS...
Iran Tolak Sanksi AS pada Suriah, Dorong Perdagangan dengan Damaskus
Suriah: Pencegatan Pesawat...
Suriah: Pencegatan Pesawat Penumpang Iran oleh AS Adalah Tindakan Terorisme
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
3 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
4 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
5 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
6 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
7 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
8 jam yang lalu
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved